Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel menggelar sosialisasi fasilitasi akses pembiayaan (KUR) Bagi UMK di Kab Bangka Tengah di Hotel Grand Vella Pangkalanbaru, Selasa (20/09/22). Kegiatan yang diikuti sebanyak 25 pelaku UMK Bateng ini dibuka langsung Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Yulizar Adnan dan menghadirkan pembicara yakni Kakanwil DJPb Babel, Edih Mulyadi, Perwakilan BRI, Bank Sumsel Babel serta PT. Pegadaian.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Yulizar Adnan mengatakan pemerintah pusat menargetkan rasio pembiayaan bagi UMKM pada tahun 2024 nanti mencapai 30 persen. Guna mewujudkan hal tersebut, pemerintah memperluas penyaluran KUR. Dimana, saat ini KUR dapat disalurkan oleh Bank Pembangunan Daerah, koperasi dan PT Pegadaian.
"Lembaga penyalur KUR semakin banyak. Selain Bank BUMN, KUR juga disalurkan oleh BPD, koperasi dan PT Pegadaian. Jadi akses pembiayaan KUR semakin luas agar UMKM lebih mudah dan cepat mengakses semua fasilitas KUR yang tersedia," katanya saat membuka fasilitasi akses pembiyaan (KUR) bagi UMKM di Kab Bateng di Hotel Grand Vella, Selasa (20/09/22).
Kadis KUKM menyebutkan, hingga Bulan September 2022, penyerapan dana KUR di Babel mencapai 1,5 T dengan jumlah debitur sebanyak 29.197. Sementara untuk di Kab Bateng, dana KUR yang terserap mencapai 168 Milyar dengan 3.523 debitur.
Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa
bahwa data dari survei BI, ada beberapa kendala yang menyebabkan UMKM tidak memenuhi persyaratan dalam mengajukan KUR.
"Ada UMKM yang mengajukan pembiayaan, namun belum memiliki dokumen formal. Dan sebagian lagi belum memiliki anggunan. Ini lah kendala yang sering dihadapi UMKM dalam mengakses pembiayaan," ujarnya.
Kadis KUKM Babel berharap fasilitasi ini dapat membantu UMKM untuk bisa mengakses KUR agar bisa naik kelas. Selain itu, Ia juga berharap agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan dana KUR yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mendukung pemasaran.
Kepala Disperindag Kop UMKM Bateng, Ali Imron mengatakan jumlah UMKM di Bateng hingga saat ini tercatat sebanyak 23594 UMKM. Dari jumlah tersebut didominasi usaha mikro sebanyak 22.500.
"Pada tahun 2020 hingga 2021, jumlah UMKM di Bateng meningkat sebesar 4,7 persen. Artinya, UMKM di Bateng terus tumbuh dan meningkat," sebutnya.
Pertumbuhan UMKM tentunya sering menghadapi beberapa tantangan dan kendala. Kendala tersebut yakni perizinan, akses pembiayaan dan pemasaran serta pemanfaatan teknologi digital.
Guna membantu pelaku UMKM untuk mengakses KUR, Ia menyebutkan bahwa Pemkab Bateng terus melakukan pendampingan agar KUR terserap maksimal melalui 26 tenaga penyuluh yang tersebar di setiap kecamatan.
"26 penyuluh yang tersebar di kecamatan siap melakukan pendampingan agar penyaluran KUR di Bateng bisa maksimal," katanya.
Penyerapan KUR di Bateng cukup baik. KUR di Bateng terserap sebesar 168 Milyar. Sementara dana bergulir di BPRS Babel yang telah tersalurkan mencapai 1,8 Milyar.
Ali Imron berharap pada era digitalisasi, para pelaku UMKM di Bateng bisa digitalisasi. Karena pada era 4.0 ini, transaksi masyarakat banyak melalui ecommerce. Pemasaran produk bisa dilakukan melalui teknologi digital. Selain itu, perizinan juga bisa dilakukan secara elektronik melalui sistem OSS.
"UMKM harus melek digital. Karena saat ini orang tinggal pesan melalui handphone dari rumah, produk yang dipesannya dikirim kerumah. Jadi mari belajar lah teknologi digital tersebut untuk memperluas akses pasar," pesannya.