Koba - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep Bangka Belitung berkomitmen untuk membantu pelaku UKM dalam meningkatkan nilai tambah produk UMKM melalui sertifikasi halal. Fasilitasi ini dilakukan agar produk UKM dapat memiliki sertifikat halal sehingga produk UKM ini dapat bersaing dipasar global.
"Pemerintah hadir untuk membantu pelaku UKM dengan memberikan sertifikasi halal produknya secara gratis. Lewat fasilitasi ini diharapkan semakin banyak pelaku UKM yang memiliki sertifikat halal pada produknya," kata Jon Tuahdi Saragih Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM saat membuka acara fasilitasi Sertifikat Halal di Kantor Disperindagkopumkm Kab Bangka Tengah, Senin (6/11/17).
Dinas Koperasi dan UKM Babel bersama-sama dengan Dinas Perindag, Koperasi dan UMKM Kab Bangka Tengah, LPPOM MUI Babel serta Dinas Kesehatan Kep Babel melakukan kegiatan sosialisasi dan fasilitasi di berbagai daerah. Upaya ini agar informasi yang berkaitan dengan sertifikasi halal ini bisa sampai ketengah masyarakat.
Jon mengajak pelaku UKM dapat mengurus sertifikasi halal. Sebab, sertifikasi halal dapat memberi nilai tambah dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk. Selain itu, dengan adanya sertifikat halal, pelaku UKM akan memiliki peluang untuk menembus pangsa ekspor, khususnya ke negara-negara ASEAN.
"Saya harap semakin banyak produk UKM di Bateng memiliki sertifikat halal. Selain agar orang tidak ragu mengkonsumsi, sertifikat halal juga membuat produk UKM bisa diekspor," harapnya.
Tak hanya fasilitiasi sertifikat halal. Menurut Jon, pemerintah juga akan membantu pemodalan bagi pelaku UKM. Selain itu pemerintah juga akan memberikan fasilitas pengurusan IUMK serta membantu pemasaran produk UKM.
"Pemerintah hadir untuk mendongkrak ekonomi dengan meningkatkan peran serta UKM. Pemerintah nanti akan memberikan ruang pameran bagi pelaku UKM untuk mempromosikan produknya," ujarnya.
Sementara Nardi Pratomo Direktur LPPOM MUI Babel sangat mengapresiasi program pemerintah dalam memfasilitasi sertifikat halal bagi UMKM. Pemerintah memberikan subsidi bagi pelaku UKM untuk mendapatkan label halal. Subsidi yang diberikan ini untuk pelaku restoran sekitar Rp 4 juta, dan untuk usaha pengolahan sekitar Rp 2,7 juta.
"Program ini perlu kita apresiasi karena ini sangat membantu pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya. Manfaatkan peluang ini karena semua biaya disubsidi pemerintah," ucapnya.
Sertifikasi halal itu penting karena memberikan nilai tambah bagi produk UKM. Selain itu, Nardi menuturkan bahwa dengan adanya label halal pada produk UKM, maka omzet penjualannya akan meningkat. Sertifikat halal juga dirasakan akan membuat produk UKM dapat bersaing dan diekspor ke luar negeri.
"Pasca sertifikat halal ini, usahanya diyakini semakin maju dan mendapatkan berkah," ujarnya.
Nardi menambahkan untuk rumah makan, Gubernur ingin Babel memiliki semakin banyak rumah makan yang bersertifikat halal. Rumah makan juga diharapkan memasang neon box halal di tempat usahanya. Ini dilakukan agar tempat makan yang halal mudah diketahui orang lain. Selain itu, 2019 diharapkan semua produk UKM telah tersertifikasi halal
"Semakin banyak rumah makan halal.akan memudahkan wisatawan mendapatkan rumah makanan di rumah makan halal. Semoga ini dapat terwujud," harapnya.
Sementara itu, Azwar Kabid Koperasi dan UMKM Disperindagkopumkm Bateng mengingatkan bahwa persaingan pada era global ini sangat keat. Oleh karena itu, pelaku UKM harus meninkatkan kualitas produknya. Peningkatan kualitas juga harus didukung dengan adanya label halal dan kemasan yang baik.
"Tingkatkan kualitas dan mutu produk serta dapatkan sertifikat halal agar produk UKM terjamin dan bisa bersaing di pasar global," ujarnya.
Azwar juga menambahkan bahwa saat ini pemda sangat mendukung pertumbuhan UMKM di Bateng. Permasalahan permodalan akan segera diatasi. Pemerintah akan memberikan bantuan modal melalui dana yang dititipkan ke bank syariah Babel. Selain itu ada juga kredit usaha kecil (KUR) dan dana dari LPDB.
"Pemerintah siap bantu pemodalan UMKM melalui pinjaman di Bank Syariah Babel. Pelaku UMKM juga bisa mengajukan KUR ke tiga Bank BUMN," tutupnya.
Acara ini diikuti delapan belas pelaku UKM dan rumah potong hewan di Kab Bangka Tengah. Kegiatan fasilitasi sertifikat halal ini juga menghadirkan narasumber dari MUI Babel Achmad Lutfi, dan Wediarto dari Dinkes Kep Babel.