Pangkalanbaru - Pemerintah terus berupaya menggali potensi ekonomi di masyarakat. Berbagai pelatihan diadakan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar bisa mengurangi dampak pandemi.
 
"Berbagai pelatihan sudah Pemprov berikan kepada masyarakat. Pemprov juga memberikan support dan motivasi  agar masyarakat bisa terus semangat sehingga bisa keluar dari dampak pandemi," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan membuka Pelatihan Budidaya Udang Vaname skala rumah tangga dan pelatihan Quality Control Kerajinan Lidi Nipah, di Hotel Grand Vella, Selasa (28/09/21). 
 
Pelatihan ini diikuti sebanyak 70 peserta yang terdiri dari sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan budidaya Udang  vaname, sedangkan pelatihan quality control kerajinan lidi nipah diikuti sebanyak 30 peserta.
 
Ia menuturkan bahwa Pelatihan udang vaname diberikan karena Babel memiliki garis pantai yang luas. Garis pantai ini menjadi potensi untuk dikembangakan dengan budi daya udang vaname.
 
"Pemprov ingin masyarakat ikut terlibat dan berperan aktif dalam budi daya udang vaname. Karena potensi pasar udang dunia masih cukup besar untuk diraih," tuturnya.
 
Selain pelatihan udang vaname, Pemprov juga terus mendorong ekspor lidi nipah. Sejauh ini, lidi nipah sudah diekspor sebanyak tiga kali dengan tujuan Nepal, Pakistan dan India.
 
'Kita terus dorong peningkatan ekspor. Kedepan, bukan lidi nipahnya yang diekspor, tetapi produk kerajinan lidi nipahnya yang akan diekspor. Pangsa pasar sudah ada yakni Jepang," sebutnya.
 
Untuk dapat diekspor, produk kerajinan lidi nipah harus terus ditingkatkan kualitasnya. Sehingga produk kerajinan ini bisa masuk pasar Internasional.
 
"Produk kerajinan kita sudah bagus, namun belum standar. Satu ukuran lidinya, jangan sampai ada besar dan ada yang kecil. Mudah-mudah ada mesin yang bisa produksi lidi nipah dengan ukuran yang sama," katanya.
 
Pada kesempatan itu, Kadis KUKM mengingatkan pelaku UMKM agar terus konsisten dan semangat berusaha. Selain itu, pelaku UMKM juga untuk meningkatkan kompetensi dan tingkatkan kualitas produknya sehingga bisa semakin baik.
 
Kadis berharap dengan adanya pelatihan budidaya udang vaname, masyarakat bisa ikut aktif membudidaya udang skala rumah tangga sehingga dapat meningkatkan penghasilannya.
 
Sementara bagi peserta pelatihan quality control kerajinan lidi nipah, Kadis berharap pelaku UMKM bisa terus meningkatkan kualitas produk sesuai dengan standar ekspor dan keinginan masyarakat dunia.
 
"Kami harap para peserta dapat mengembangkan tambak udang skala rumah tangga. Untuk lidi nipah, kita terus tingkatkan keterampilan agar bisa jadi kerajinan yang berstandar sesuai keinginan pasar," harapnya.