Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi akibat adanya pandemi. Salah upaya yang dilakukan melalui terobosan dan inovasi dengan pemanfaatan potensi sumber daya berupa komoditas serai wangi dan nilam serta produk turunannya berupa minyak atsiri.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan bahwa mengingat potensi bahan baku minyak atsiri yang ada seperti serai wangi, nilam, kayu putih lada di Babel cukup banyak. Selain itu potensi pasar ekspor yang masih terbuka lebar dan besar.
 
"Melihat potensi tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel menetapkan minyak atsiri  sebagai salah satu potensi sumber daya alam lokal yang akan dikembangkan melalui pelatihan dan pendampingan," katanya saat membuka Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif Pengolahan minyak atsiri di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (07/06/22). 
 
Pelatihan Keterampilan Usaha Produktif Pengolahan minyak atsiri ini diikuti sebanyak 30 UMKM yang berasal dari Kab/Kota Babel. Pelatihan ini akan berlangsung selama empat hari hingga tanggal 10 Juni 2022 dan menghadirkan narasumber dari Dewan Atsiri Indonesia.
 
Dijelaskanya, minyak atsiri ini telah digunakan sebagai bahan baku berbagai industri seperti untuk bahan perasa, perisa, dan wewangian. Selain itu produk olahan minyak atsiri juga digunakan sebagai bahan baku industri jamu dan fitofarmaka.
 
"Minyak atsiri digunakan sebagai bahan baku di berbagai industri. Karena seluruh produk turunan dipercaya mempunyai khasiat positif untuk kesehatan, jelasnya.
 
Total produksi minyak atsiri utama di Indonesia mencapai 8.500 ton pertahun pada tahun 2020. Di Provinsi Kep Babel sendiri sudah ada petani dan UMKM yang bergerak di minyak atsiri.
 
Disektor hilir sudah petani yang memproduksi bahan baku. Sementera di sektor hulu, terdapat UMKM yang telah memproduksi olahan minyak atsiri. Dengan demikian berarti rantai hulu-hilir menjadi terintegrasi.
 
"Melalui rantai hulu-hilir yang terintegarsi ini akan tercipta nilai ekonomi yang harmonis dan berperan dalam membangkitkan ekonomi rakyat dipedasaan," ujarnya.
 
Diakhir sambutanya, Kadis KUKM Babel mengajak para peserta untuk sungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini. Setelah ini, implementasikan ilmunya  dilapangan.
 
"Gali informasi dan manfaatkan ilmu yang didapat dipelatihan ini. Semoga apa yang dilakukan ini mampu mendorong menambah pendapatan masyarakat," pungkasnya.