Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan, pemberdayaan dan pengembangan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Strateginya yakni melalui pembinaan dan pendampingan. Pembinaan dan pendampingan ini dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari legalitas usaha hingga pemasaran serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung usaha pelaku UMKM.
"Kita selalu berikan pembinaan dan pendampingan dari hulu ke hilir. Mulai dari perizinan dan legalitas usaha (NIB), produksi, kemasan, kemitraan, akses pembiayaan, pemasaran serta pemanfaatan teknologi informasi. Ini jadi strategi guna mendukung UMKM Naik Kelas," katanya saat menghadiri Kickoff meeting Pemberdayaan UMKM di Kanwil DJPb Prov Kep Babel, Senin (10/10/22).
Kegiatan Kickoff meeting Pemberdayaan UMKM yang diinisiasi oleh Kanwil DJPb Prov Kep Babel ini dihadiri juga Kepala Reg Office BRI Sumsel Babel, PT Pegadaian, PT PNM, Kantor Pajak Pratama Pangkalpinang, UBB, Pejabat Administrator di lingkungan Kemenkeu Wil Babel dan 14 UMKM binaan.
Kadis KUKM menegaskan bahwa pihaknya terus memberikan pemberdayaan dan pengembangan melalui konsep pendampingan. Konsep pendampingan ini dilakukan melalui petugas PPKL, pendamping KUMKM pada pusat layanan usaha terpadu (PLUT) KUMKMA serta petugas mentor.
"Kita saling bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan pendampingan kepada pelaku KUMKM," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa kegiatan U-FINE (UMKM Financing Empowerment) yang diinisiasi oleh Kanwil DJPb Babel ini merupakan upaya sinergitas berbagai instansi. Kegiatan ini perlu didukung guna memperluas akses pembiayaan alternatif kepada pelaku UMKM melalui pendampingan oleh pendamping. Dimana kondisi UMKM tersebut sudah dan akan terhubung dalam laman LKPP, pasar digital BUMN dengan akses pembiayaan baik perbankan maupun non perbankan.
"Kegiatan ini perlu didukung semua pihak terkait agar UMKM mendapatkan akses pembiayaan alternaltif dan masuk kedalam ekosistem digital. Dengan begitu, UMKM nantinya akan terhubung dengan ekosistem wirausaha yang lebih luas," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kadis KUKM Babel memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kanwil DJPb Babel. Ia berharap, UMKM yang menjadi binaan DPJb Babel dapat difasilitasi oleh DJPb untuk mempromosikan produknya dengan mengikutsertakannya pada pameran. Selain itu, diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi UMKM dalam menaikkelaskan usahanya.
"Semoga kegiatan ini bisa berdampak pada pemberdayaan dan pengembangan UMKM sehingga bisa menaikkelaskan skala usahanya," harap Kadis.
Sementara, Kakanwil DJPb Kep Babel, Edih Mulyadi mengatakan bahwa UMKM merupakan sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian bangsa. Hal ini dapat dilihat dari kontribusinya yang mencapai 61,97 persen dari PDB nasional.
"UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai 61,97 persen dari total PDB nasional. UMKM juga mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja," katanya saat membuka Kickoff meeting Pemberdayaan UMKM.
Kegiatan ini bertujuan guna menyebarluaskan informasi program pemberdayaan dan sinergi program pemberdayaan UMKM dalam rangka meningkatkan perkonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya pelaku UMKM.
Pengembangan UMKM sebagai sektor yang penting bagi perekonomian Indonesia tentunya menghadapi berbagai tantangan. Menurut Edih Mulyadi, ada lima tantangan dalam Pengembangan UMKM yakni legalitas usaha, Pembiayaan, Pendampingan, Produksi dan Pemasaran.
Dijelaskannya, disisi pembiayaan, Pemerintah menyediakan akses pembiayaan yang disalurkan melalui Perbankan, PT PNM, dan Pegadaian. Selain itu ada program pembiayaan ultra mikro (UMi) yang disalurkan oleh PT PNM dan menyasar kalang Ibu-Ibu.
"Pemerintah juga memberikan subsidi bunga KUR," jelasnya.
Edih menambahkan, kendala pemberdayaan UMKM disisi produksi yakni keberlangsungan produksi dan ketersediaan bahan baku. Hal ini harus menjadi perhatian bersama agar UMKM terus bisa melakukan produksi produk. Pada pemasaran, pihaknya telah membuat ekatalog produk-produk UMKM yang menjadi binaan DJPb Babel untuk mendukung pemasaran produk UMKM.
Lebih jauh Edih mengatakan, bahwa DJPb memiliki Program U-FinE yang bertujuan untuk mendorong inklusivitas keuangan UMKM dan mendorong debitur KUR dan UMi naik kelas. Sehingga progrom U-FinE ini mendukung dalam aspek pembiayaan bagi UMKM.
"Kehadiran BRI sebagai salah satu penyalur KUR memiliki peran penting dalam program U-FinE karena dapat membantu akses pembiayaan bagi UMKM. Kedepan, penyaluran KUR BRI tidak hanya berhenti dalam 14 UMKM, tetapi bisa semakin luas," katanya.
Pada kickoff meeting ini juga dilakukan penandatanganan kesedian UMKM Binaan, penyerahan KUR, penyerahan NIB dan PIRT serta pelatihan keuangan dan pembukuan bagi UMKM serta sekretariat bersama.