Pangkalpinang — Suasana hangat langsung terasa sejak pagi di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (25/11/25). Puluhan peserta, mulai dari pelaku UMKM hingga mahasiswa muda yang bersemangat, berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Pengolahan Cokelat dan Minyak Atsiri yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala UPTD Balatkop UMKM, Martinawati, mewakili Plt Kadis KUKM Babel. Hadir pula perwakilan PT Telkom Pangkalpinang serta narasumber dari FT UGM dan Coklat Candu. Pelatihan berlangsung hingga 27 November 2025.
 
Dalam sambutannya, Martinawati menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum lanjutan bagi DKUKM untuk kembali memperkuat kemampuan UMKM di bidang minyak atsiri dan olahan cokelat.
 
Ia menjelaskan bahwa sejumlah bahan baku lokal, seperti tanaman sapu-sapu, kayu, dan nilam ini sudah diuji coba penyulingannya.
 
“Beberapa potensi tanaman sudah kita coba suling. Bahkan sudah ada teman-teman UMKM yang mulai membuat produk turunan minyak atsiri dengan nilai ekonomis,” ujarnya.
 
Meski begitu, ia melihat produksi UMKM masih memiliki keterbatasan. Hal yang sama juga terjadi pada pengolahan cokelat.
 
“Pengolahan cokelat sudah ada, tapi masih terbatas. Kita masih butuh pelaku UMKM baru yang berani membuat produk cokelat yang lebih variatif,” tambahnya.
 
Melalui pelatihan ini, ia berharap lahir pelaku usaha baru yang kreatif, inovatif, dan siap mengembangkan produk minyak atsiri serta cokelat khas Babel.
 
Martinawati mengaku senang melihat banyaknya mahasiswa muda yang ikut dalam pelatihan.
 
“Mereka energik, cocok untuk jadi pengusaha milenial yang nanti bisa mengekspor produk unggulan Bangka Belitung,” katanya.
 
Ia juga meminta peserta untuk aktif bertanya kepada narasumber.
 
“Jangan datang hanya diam. Kalian harus proaktif!” tegasnya.
 
Selain itu, ia mendorong terbentuknya jejaring sesama pelaku usaha, mulai dari petani cokelat, pengolah produk, hingga usaha turunan minyak atsiri.
 
Martinawati juga menyinggung peluang peserta untuk membentuk koperasi ketika usaha mulai stabil.
 
“Di setiap desa ada Koperasi Desa Merah Putih. Ini bisa menjadi wadah bisnis olahan cokelat dan minyak atsiri. Kami siap memfasilitasi,” jelasnya.
 
Sementara, Head of Telkom Daerah Pangkalpinang, Bambang Eko Surya, mengapresiasi kolaborasi antara Telkom dan Dinas KUKM.
 
“Sebagai BUMN, kami ingin selalu dekat dengan masyarakat, terutama dalam pengembangan UMKM,” ujarnya.
 
Telkom saat ini fokus pada pengembangan segmen korporasi, SME, dan pemerintah. Dukungan kepada UMKM dilakukan melalui berbagai program, termasuk fasilitas Rumah BUMN di Koba, Bangka Tengah.
 
Rumah BUMN menjadi tempat pelatihan, pendampingan, digitalisasi, hingga akses pasar bagi UMKM.
 
“Rumah BUMN membantu UMKM Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global,” kata Bambang Eko.
 
Ia menambahkan, UMKM juga dapat menjadi binaan Telkom dan berpeluang mendapatkan dukungan peralatan melalui program CSR.
 
“Semoga pelatihan ini membuat UMKM Babel makin berdaya dan mampu tembus ke pasar dunia,” harapnya.
 
Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik produksi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi, jejaring usaha, dan potensi ekspor. Dengan hadirnya akademisi, pelaku usaha cokelat, dan dukungan BUMN, kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas.
 
Semangat, inovasi, dan kolaborasi menjadi kata kunci yang terus digaungkan sepanjang kegiatan.