Mentok, Bangka Barat – Upaya memperkuat koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa kembali digelorakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pada Rabu (19/11/2025), DKUKM Babel menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Gedung Pertemuan Camat Mentok, Bangka Barat.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Bangka Barat serta diiikuti para pengurus dan pengawas koperasi merah putih dari berbagai desa di Bangka Barat, dengan tujuan membekali mereka kemampuan teknis dan manajerial agar koperasi bisa tumbuh lebih profesional dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel menegaskan bahwa KDKMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang mendorong kemandirian ekonomi rakyat.
“Ini menjadi langkah penting untuk pemerataan pembangunan dari desa, menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, kita wajib menyiapkan SDM koperasi yang tangguh, profesional, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia koperasi desa di wilayah Kab Bangka Barat ini dilaksanakan dalam rangka untuk memberikan pembekalan kepada seluruh pengurus koperasi desa merah putih agar memiliki kemampuan teknis dan managerial dalam menjalankan dan mengembangkan koperasi desa merah putih diwilayah masing-masing.
"Kita ingin bekali seluruh pengurus KDKMP agar memiliki kemampuan teknis dan managerial dalam menjalankan dan mengembangkan koperasi desa merah putih diwilayah masing-masing," tambahnya.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari para pemangku desa. Kepala Desa Bukit Terak, Romlan, menyampaikan bahwa keberadaan KDKMP sangat membantu desa dalam membangun ekonomi lokal. Menurutnya, jika koperasi dikelola dengan serius, peluang kemajuan desa semakin terbuka lebar.
“Ada kebun sawit di desa kami. Dengan adanya koperasi, ini bisa jadi pintu masuk usaha desa. Apalagi ada pendampingan dari dinas, jadi lebih mudah bagi kami memahami cara menjalankan koperasi,” kata Romlan.
Ia juga menceritakan bahwa desa telah menyiapkan lahan untuk pembangunan gerai koperasi, lengkap dengan ukuran yang sesuai ketentuan yakni 30 x 35 meter. Lahan tersebut bahkan sudah dibersihkan menggunakan anggaran desa.
Tidak hanya itu, setelah koperasi terbentuk dan memiliki akta notaris, sejumlah rapat bersama masyarakat juga telah digelar untuk mengajak warga menjadi anggota. Hasilnya cukup menggembirakan. “Alhamdulillah, anggota koperasi terus bertambah. Warga mulai paham manfaat koperasi. Insyaallah, ke depan anggota akan bertambah lagi,” tambah Romlan.
Melalui pelatihan ini, DKUKM Babel berharap koperasi merah putih di Bangka Barat semakin kuat, mampu dikelola secara profesional, dan benar-benar menjadi wahana ekonomi yang menggerakkan desa dari bawah. Semangat kolaborasi antara pemerintah, pengurus koperasi, dan masyarakat menjadi kunci agar koperasi desa dapat tumbuh berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga.