Pangkalpinang - Sebanyak 30 pengrajin mengikuti pelatihan kerajinan lidi nipah angkatan II di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (01/10/24). Pelatihan kerajinan lidi nipah angkatan II ini merupakan lanjutan dari pelatihan kerajinan lidi nipah sebelumnya dan akan dilaksanakan hingga tanggal 04 Oktober 2024.
 
Plt Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung mengatakan Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung terus berupaya mendampingi dan membekali UKMM pengrajin lidi nipah di Babel baik teknis maupun wawasan dan kepercayaan diri, untuk berkreasi dan berinovasi meningkatkan kualitas produk.
 
"Ini upaya mendorong pengrajin lidi nipah bisa menghasilkan karya yang berkualitas, kompetitif, berdaya saing dan bisa meraih pasar, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan pengrajin itu sendiri dan ekonomi lokal di Babel," katanya saat membuka pelatihan kerajinan lidi nipah didampingi Kepala UPTD Balatkop UMKM di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (01/10/24).
 
Dia menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk mengasah keterampilan teknis dalam membuat produk kerajinan dari lidi nipah, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang bagaimana memanfaatkan bahan baku lokal secara efisien dan berkelanjutan. Dalam dunia yang semakin kompetitif saat ini, kreativitas dan inovasi adalah kunci untuk bertahan dan berkembang. 
 
"Oleh karena itu, saya berharap bahwa para peserta tidak hanya belajar tentang teknik pembuatan, tetapi juga mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat menghasilkan produk-produk unik dan memiliki daya jual tinggi di pasar," tambahnya.
 
Lidi nipah sebagai bahan baku kerajinan, merupakan sumber daya alam yang melimpah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Sayangnya, pemanfaatannya masih terbatas pada produk-produk yang belum memiliki nilai tambah tinggi. Melalui pelatihan ini, pihaknya berharap para peserta dapat memahami bagaimana cara mengolah lidi nipah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
 
"Kami ingin melalui pelatihan ini para pengrajin memahami cara mengolah lidi nipah menjadi produk kerajinan yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, baik untuk pasar lokal, nasional, maupun internasional," jelasnya.
 
Sebagaiman diketahui bersama, bahwa pelatihan kali ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang lebih menekankan pada kurasi produk lidi nipah yang diinginkan oleh konsumen. Pihaknya berharap para peserta mau menerima saran dan masukan dari para instruktur sehingga produk yang dihasilkan menjadi produk yang berkualitas dan layak menjadi salah satu komuditas ekspor kedepannya.
 
"Kalian harus menerima masukan dari narasumber dan buyer agar produk yang kalian hasilkan itu semakin berkualitas dan bisa mengikuti trend pasar. Dengan begitu produk kalian bisa diterima pasar dan mampu bersaing sehingg usaha kalian pada akhirnya akan menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di wilayah kita," ujarnya.
 
Pada kesempatan itu, Ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan pelatihan ini. Karena tanpa dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, kegiatan ini tidak akan dapat berjalan dengan lancar. 
 
"Terima kasih kepada para narasumber dan instruktur yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada para peserta. Ilmu yang bapak/ibu berikan akan menjadi bekal yang berharga bagi para peserta dalam mengembangkan usaha mereka ke depannya," ucapnya.
 
Kepada para peserta, Plt Kadis berpesan agar bisa memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Kembangkan rasa ingin tahu, bertanya jika ada yang kurang dipahami, dan berani mencoba hal-hal baru. 
 
"Jangan takut untuk gagal, karena dari kegagalanlah kita dapat belajar dan menjadi lebih baik," pesanya.
 
Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi dan kekompakan di antara para peserta. UMKM di Bangka Belitung tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus saling mendukung dan bekerja sama untuk menciptakan ekosistem usaha yang kuat dan berdaya saing.
 
Diakhir sambutannya, Plt Kadis KUKM mengingatkan bahwa setelah pelatihan ini selesai, bukan berarti pembelajaran juga selesai. Justru, inilah saatnya bagi para peserta untuk terus belajar, terus berinovasi, dan terus mengembangkan diri. 
 
"Kami dari Dinas KUKM siap memberikan pendampingan dan dukungan lanjutan bagi para peserta yang membutuhkan bimbingan dalam mengembangkan usaha kerajinan lidi nipah ini," tutupnya.