Pangkalpinang - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov Kep Babel akan menggunakan data geospasial dalam membuat perencanaan program bagi pengembangan UMKM. Penggunaan data geospasial diharapkan akan menghasilkan program pemberdayaan dan pengembangan UMKM yang tepat dan menyentuh langsung persoalan.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov Kep Babel Hj. Elfiyena ketika dijumpai di Hotel Sun Pangkalpinang, Senin (23/04/18).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya menyadari pentingnya penggunaan data dan informasi UMKM dalam mendukung kinerja dinasnya. Ketersedian data sudah menjadi suatu keharusan. Dalam hal data, pihaknya sudah memiliki data ODS (data online system). Sementara untuk data sistem informasi geospasial (SIG) akan segera dilaksanakan mulai tahun 2018 ini.
"Menyadari pentingnya data yang tepat dan bertanggungjawab ini, kita akan lakukan pendataan geospasial data UMKM di Kota Pangkalpinang. Kota Pangkalpinang dipilih sebagai pilot project SIG UMKM," jelasnya.
Selanjutnya ia menambahkan bahwa pendataan UMKM di Kota Pangkalpinang ini akan dilakukan di setiap kelurahan. Dimana proses pengumpulan datanya melibatkan dua orang staf kelurahan sebagai petugas lapangan. Sebelum melakukan pendataan, petugas lapangan ini diberikan pelatihan selama dua hari dari tanggal 23-24 April 2018 di Hotel Sun Pangkalpinang.
"Jadi dua orang petugas lapangan ini nantinya akan bertugas mendata UMKM di lapangan. Untuk di Kota Pangkalpinang ini, ada 84 orang petugas lapangan," tambahnya.
Hj. Elfiyena menuturkan bahwa data geospasial adalah data tentang lokasi geografis. Data ini menjadi data dasar UMKM yang berbasis spasial yang up-to-date. Data SIG ini berguna untuk mengetahui jumlah, perkembangan maupun permasalahan yang di hadapi UMKM. Data sistem informasi geospasial akan jadi bahan penyusunan perencanaan program pemberdayaan UMKM.
"Tersedianya data dasar UMKM yang up to date, valid, akurat dan dapat diakses secara cepat yang merupakan faktor yang sangat penting dalam hal perencanaan program pemberdayaan," tuturnya.
Hj Elfiyena menyatakan bahwa pendataan dengang menggunakan sistem informasi geospasial ini, tak lain akan memberikan kemudahan dalam hal pemetaan letak dan posisi UMKM. Jadi, dinas dengan mudah dapat mengetahui letak lokasi suatu UMKM karena semua sudah terpetakan.
"Dengan adanya data ODS dan SIG tentang UMKM, maka setiap kebijakan dan keputusan yang diambil pemerintah untuk pengembanhan UMKM akan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.