Pangkalanbaru - Pemerintah terus mendorong terjadinya kemitraan antara koperasi dengan koperasi serta perusahaan besar. Dengan adanya kemitraan yang baik, maka akan terjadi peningkatan skala usaha dan nilai tambah produk sehingga koperasi mampu berdaya saing.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan saat membuka Kegiatan Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi (Temu Usaha Koperasi daerah Kab/Kota" di Hotel Soll Marina, Senin (27/09/21).
Kegiatan temu usaha koperasi lintas daerah Kab/Kota diikuti sebanyak 64 peserta. Acara ini menghadirkan pembicara yakni Kepala BI Perwakilan Prov Kep Babel dan Direktur PT. Jamkrida Babel
Kepala Dinas KUKM menambahkan, pemberdayaan dan pengembangan koperasi dimasa pandemi Covid-19 mendapat perhatian serius pemerintah. Pemerintah memberikan respon cepat bagi koperasi yang terdampak Covid-19 melalui fasilitasi akses pembiayaan dan permodalan.
"Pemerintah menfasilitasi akses pembiayaan koperasi dengan perbankan melalui kredit usaha rakyat dan permodalan melalui dana bergulir LPDB KUMKM. Upaya ini agar koperasi bisa meningkatkan usaha, kemandirian dan kedawasaan dalam menjalankan usahanya," tambahnya.
Dalam pemberdayaan koperasi, Pemerintah juga berupaya Dmeningkatkan kemampuan anggota koperasi. Berbagai pelatihan diberikan agar kompetensi anggota dalam mengembangkan usahanya semakin baik.
"Pemprov telah berikan pelatihan pengembangan budi daya udang vaname kepada anggota koperasi. Pemprov juga berikan pelatihan pengolahan lidi nipah kepada anggota koperasi yang selama ini telah disupport oleh BI Babel," ucapnya.
Pengembangan dan pemberdayaan koperasi tentunya memerlukan pendampingan dan dukungan masyarakat. Pemerintah terus mendorong peran Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) dalam membudayakan perkoperasian dimasyarakat.
"PPKL sebagai mentor dan motivator bagi pengembangan koperasi. PPKL juga harus mampu memberikan edukasi perkoperasian dimasyarakat agar citra koperasi dapat meningkat," katanya.
Kadis KUKM berharap, melalui pembinaan dan pendampingan koperasi di Babel bisa tumbuh dan berkembang menjadi koperasi yang sehat, mandiri, dan profesional dalam pengelolaannya.
"Koperasi di Babel bisa menjadi koperasi yang sehat, mandiri, tangguh dan profesional. Selain itu koperasi di Babel juga bisa bekerjasama dengan usaha besar lain sehingga terbangun kemitraan dan jaringan usaha yang mampu mendukung pengembangan usaha koperasi," harapnya.
Pada kesempatan itu, Koperasi Mina Karya diberikan kesempatan untuk memaparkan usahanya. Harri Kusnadi, mengatakan bahwa koperasi yang berdiri sejak tahun 2015 ini memiliki usaha budidaya ikan, pembuatan pelet ikan, pengembangan usaha pengolahan produk berbahan dasar ikan.
"Koperasi ini mengembangkan pelet pakan makan ikan untuk mengembang usaha anggota. Sementara budi daya ikan patin telah berhasil panen mencapai 7 ton," katanya.
Ia berharap, melalui acara temu usaha ini, Koperasi Mina Karya mampu menjalin kemitraan dengan usaha lain.