Pangkalan Baru — Dalam rangka memperkuat kapasitas sumber daya manusia koperasi dan menjawab tantangan modernisasi kelembagaan koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui UPTD Balatkop UMKM menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Manajer Koperasi. Kegiatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan daya saing koperasi di daerah.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muslim El Hakim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam mendukung agenda reformasi total koperasi dan program penguatan kelembagaan koperasi yang tengah digalakkan pemerintah pusat.
“Koperasi adalah soko guru perekonomian nasional yang berasaskan kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Namun, untuk menjadikan koperasi sebagai institusi ekonomi modern dan mandiri, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan akuntabel,” ujar Muslim saat membuka pelatihan dan sertifikasi kompetensi manager koperasi di Grand Vella Hotel, Selasa (29/07/25).
Menurutnya, manajer koperasi memiliki peranan sentral dalam pengelolaan harian, pengambilan keputusan strategis, hingga memastikan koperasi dikelola sesuai prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, penguatan kapasitas dan profesionalisme manajer koperasi adalah sebuah kebutuhan mendesak.
Melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini, para manajer koperasi dibekali dengan pemahaman mendalam tentang prinsip dasar perkoperasian, tata kelola yang sehat dan transparan, pengelolaan keuangan profesional, penyusunan rencana bisnis berkelanjutan, serta strategi membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kegiatan ini juga selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi serta Sertifikasi Kompetensi. Dengan pengakuan kompetensi berbasis standar nasional, koperasi diharapkan bisa lebih adaptif terhadap digitalisasi dan perubahan pasar.” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa transformasi ekonomi di Bangka Belitung saat ini tengah diarahkan dari sektor pertambangan menuju sektor unggulan seperti perikanan, pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dalam konteks ini, koperasi dan UMKM menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus penopang penciptaan lapangan kerja.
Namun demikian, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Babel, masih banyak koperasi yang belum memiliki manajemen profesional, belum menyusun rencana bisnis jangka panjang, serta belum memanfaatkan sistem pelaporan keuangan berbasis teknologi informasi.
“Jumlah manajer koperasi tersertifikasi saat ini masih terbilang rendah. Padahal tantangan ke depan menuntut koperasi untuk lebih tangguh, inovatif, dan siap bersaing di era digital dan pasar bebas,” tegasnya.
Muslim berharap, kegiatan ini dapat menjadi titik awal untuk mendorong transformasi koperasi menjadi entitas bisnis yang modern dan kompetitif. Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas dan profesionalisme manajer koperasi, menjamin mutu pelayanan, serta memberikan pengakuan resmi melalui sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Saya berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. Ini harus menjadi awal dari proses pembelajaran berkelanjutan, kolaborasi antarkoperasi, serta terbentuknya jejaring profesional manajer koperasi di Bangka Belitung,” pungkas Muslim El Hakim.
Dengan pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan ekosistem koperasi di Bangka Belitung tumbuh semakin solid, mandiri, dan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.