Pangkalpinang - Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel menggelar pelatihan membangun bisnis kuliner dari dasar di Gedung UPTD Balatkop UMKM, Senin (14/10/24). Pelatihan yang diikuti sebanyak 40 peserta akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 14 hingga 17 Oktober 2024.
 
Plt Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel menyatakan bahwa pelatihan membangun bisnis kuliner dari dasar merupakan sebuah inisiatif penting yang diadakan untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) khususnya di sektor kuliner di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
Demikian disampaiakan Plt Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Riza Aryani didampingi Kepala UPTD Balatkop UMKM saat membuka pelatihan di Gedung UPTD Balatkop UMKM, Senin (14/10/24).
 
Plt Kadis menyebutkan bahwa sektor kuliner merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia, termasuk di Prov Kep Babel. Potensi ini tidak hanya didorong oleh kekayaan sumber daya alam, keanekaragaman bahan makanan lokal, serta tradisi kuliner yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga oleh permintaan pasar yang terus meningkat terhadap produk-produk makanan yang unik, inovatif, dan berkualitas.
 
"Sektor kuliner memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang karena permintaan pasar yang terus meningkat terhadap produk-produk makanan yang unik, inovatif, dan berkualitas," sebutnya.
 
Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya teknologi, dunia kuliner pun mengalami transformasi yang sangat signifikan. Konsumen masa kini tidak hanya mencari makanan yang lezat, tetapi juga memperhatikan kualitas, kebersihan, serta cerita di balik produk kuliner tersebut. 
 
"Inilah yang menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi para pelaku usaha, khususnya bagi para calon wirausahawan kuliner yang mengikuti pelatihan ini," ujarnya.
 
Plt menjelaskan, melihat potensi yang besar tersbut, pihaknya mengakan pelatihan membangun bisnis kuliner bagi UKM. Pelatihan yang diselenggarakan ini bertujuan untuk memberikan bekal yang kuat kepada para peserta dalam memulai dan mengembangkan bisnis kuliner dari nol.
 
Sebagaimana diketahui bersama  bahwa memulai bisnis, terutama di sektor kuliner, bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan tidak hanya kreativitas dan keterampilan, tetapi juga kesabaran, disiplin, dan strategi yang tepat agar usaha yang dijalankan dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.
 
"Melalui pelatihan ini, para peserta akan diajarkan berbagai aspek penting dalam bisnis kuliner, mulai dari bagaimana menciptakan produk yang berkualitas dan berdaya saing, bagaimana melakukan manajemen keuangan yang baik, hingga strategi pemasaran yang efektif, termasuk pemanfaatan teknologi digital yang kini menjadi kunci sukses bagi banyak usaha kuliner," jelasnya.
 
Ditambahkanya, penguasaan terhadap teknologi digital, seperti media sosial dan platform marketplace, merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan memperkenalkan produk-produk kuliner lokal kepada konsumen yang lebih beragam. Kemampuan memanfaatkan teknologi tidak hanya menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan yang mendasar bagi para pelaku usaha. 
 
"Para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mempelajari berbagai ilmu baru, termasuk bagaimana membangun brand kuliner yang kuat, menarik minat konsumen, dan memanfaatkan peluang yang ada di dunia digital," tambahnya.
 
Selain itu, Plt Kadis juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara para pelaku usaha, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memajukan sektor UKM, khususnya di bidang kuliner. Pemprov melalui Dinas KUKM senantiasa berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah, baik melalui program pelatihan, pendampingan, maupun fasilitasi akses permodalan. 
 
"Kami terus berupaya untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif, di mana para pelaku usaha dapat berkembang dan berinovasi tanpa terkendala oleh regulasi yang memberatkan," tegasnya.
 
Lebih jauh, Plt Kadis mengajak para peserta untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal dalam mengembangkan usaha kuliner. Provinsi Kep Babel ini memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari hasil laut, hasil perkebunan, hingga rempah-rempah yang sudah terkenal sejak dahulu kala. 
 
'Mari kita angkat kearifan lokal dan mengolah bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita menjadi produk kuliner yang berkualitas dapat menjadi nilai tambah yang sangat penting, tidak hanya untuk menarik konsumen lokal, tetapi juga untuk memperkenalkan produk-produk kita ke pasar nasional bahkan internasional," ajaknya.
 
Dia mencotohkan bagaimana produk-produk makanan berbasis ikan dan hasil laut dari Babel seperti kerupuk ikan, otak-otak, atau sambal lingkung telah berhasil menarik perhatian pasar luar daerah. Produk-produk ini berhasil karena mampu menggabungkan rasa yang autentik dengan strategi pemasaran yang tepat. 
 
"Ini tentunya menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk kuliner yang unik, berciri khas lokal, namun tetap relevan dengan selera konsumen masa kini," katanya.
 
Tidak hanya itu, Dia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan higienitas dalam setiap produk yang dihasilkan. Karena konsumen saat ini semakin kritis dalam memilih produk makanan, lebih mengutamakan aspek kebersihan dan kesehatan. 
 
"Karena itu, dalam setiap tahapan produksi, kita harus selalu memastikan bahwa produk yang kita hasilkan memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi bahan baku, proses pengolahan, maupun penyajiannya," tekannya.
 
Plt Kadis KUKM menyakini bahwa pelatihan ini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta membuka peluang bagi generasi muda untuk menjadi pengusaha yang kreatif dan inovatif. 
 
Selain itu, melalui pelatihan ini, para peserta akan memperoleh banyak manfaat dan pengetahuan baru yang bisa diterapkan dalam memulai dan mengembangkan usaha kuliner masing-masing. Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan dalam berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak ilmu yang dimiliki, tetapi juga oleh tekad dan ketekunan dalam menjalankan bisnis tersebut.
 
"Tantangan pasti akan selalu ada, namun dengan semangat yang kuat dan keinginan untuk terus belajar, saya percaya bahwa para peserta akan mampu mengatasi berbagai rintangan dan membawa usaha kuliner yang dijalankan menuju kesuksesan," ujarnya.
 
Pada akhir arahannya, Plt Kadis berharap pelatihan ini tidak hanya menghasilkan wirausaha-wirausaha baru di bidang kuliner, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
 
"Kita semua memiliki peran penting dalam membangun masa depan perekonomian Babel. Melalui pelatihan ini saya berharap akan mampu menghasilkan UKM sektor kuliner yang mampu mendorong ekonomi lokal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," pungkasnya.