Tanjungpandan - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kep Bangka Belitung terus mendorong kemitraan koperasi dengan perusahaan besar. Kemitraan yang dilakukan ini merupakan kemitraan yang sehat, saling menguntungkan, dan saling memperkuat sehingga menjadi kemitraan yang berkelanjutan.
 
“Fasilitasi kemitraan koperasi ini merupakan penguatan usaha dalam rangka meningkatkan produktifitas dan daya saing koperasi,” kata Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel Hj Elfiyena, di Tanjungpandan, Rabu (26/6).
 
Kegiatan fasilitasi pertemuan koperasi dengan PT Garam ini dilaksanakan di Gedung PLUT KUMKM Belitung dan diikuti sebanyak 20 koperasi di Kab Belitung.
 
Hj Elfiyena menambahkan bentuk kemitraan yakni pola dagang umum, pola sub kontrak, pola inti plasma, dan pola keagenan. 
 
"Pola kemitraan ini bermacam-macam. Kita dorong mereka untuk bermitra dengan usaha lain sesuai dengan usaha koperasinya. Misalnya, koperasi nelayan bermitra dengan PT Garam, koperasi petani bermitra dengan perusahan pembibitan, atau pupuk," tambahnya.
 
Hal senada juga diungkapkan Kabid Koperasi UMKM Dinas KUMKM, Tenaga Kerja, dan Perdagangan Kab Belitung , Mula Samosir, bahwa membangun kemitraan itu harus saling menguntungkan satu sama lain. Mungkin pola kemitraan yang baik untuk koperasi dan PT Garam ini adalah pola agenan.
 
"Koperasi akan menjadi agen bagi penyaluran garam dari PT Garam. Garam ini akan dipasarkan kepada anggotanya yang merupakan nelayan," ungkapnya.
 
Ia menilai, garam menjadi kebutuhan para nelayan. Garam merupakan bahan baku bagi anggota koperasi nelayan dan koperasi di daerah pesisir. 
 
Diakui Mula, kemitraan koperasi dengan perusahaan garam belum pernah ada. Dengan adanya penjajakan ini, kemitraan dengan perusahan garam menjadi suatu potensi yang bagus untuk dikembangkan. 
 
"Kebutuhan garam cukup besar di Belitung. Jadi, kemitraan dengan perusahaan garam memiliki potensi besar untuk menyalurkan garam kepada nelayan apalagi ditengah harga garam yang tidak terlalu kompetitif terhadap usaha  koperi nelayan dan masyarakat pesisir," ujarnya.
 
Mula menambahkan bahwa pihaknya selalu memantau dan memberikan akses serta mempermudah akses kemitraan koperasi. Melalui pertemuan ini, diharapkan akan segera bisa ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), baik dengan koperasi atau pun dengan BUMD.
 
"Mudah-mudah bisa segera ada PKS dengan PT Garam. Nanti pola PKS bisa saja langsung dengan koperasi atau dengan BUMD Belitung. Kalau dengan BUMD itu biar satu pintu. Dan BUMD kemudian melakukan PKS dengan koperasi," tambah Mula.
 
Sementara Kadiv Pemasaran PT Garam Widhy HR mengatakan bahwa PT Garam selaku BUMN yang bergerak di industri garam siap membantu pelaku UMKM dan koperasi di Babel yang mengalami kesulitan garam. 
 
"Kita sambut baik pertemuan ini. Kita siap bantu menyediakan garam dan harganya tidak bergantung pada harga pasar. Harga yang ada nanti sesuai dengan harga yang telah disepakati," ujarnya.
 
Widhy berharap melalui pertemuan ini bisa dilanjutkan dengan PKS antara PT Garam dan koperasi di Belitung. Dengan adanya PKS, maka PT Garam akan bisa memploating kebutuhan Babel.
 
"Semoga segera ada PKS. Kalau sudah ada PKS-nya, kita akan bisa mem-plotting kebutuhan garamnya," harapnya.