Pangkalpinang - Semangat memperkuat ekonomi kerakyatan terus berkobar di Kepulauan Bangka Belitung. Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Babel kembali menegaskan komitmennya dalam menggerakkan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui langkah nyata: Rapat Koordinasi dan Konsolidasi yang digelar dua hari, 3–4 November 2025, di Aston Emidary Bangka Hotel.
Namun, rakor kali ini bukan sekadar pertemuan rutin. Lebih dari itu, menjadi ruang untuk menyatukan visi, menyusun langkah konkret, dan menguatkan kolaborasi lintas sektor demi mendorong KDKMP menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Selama dua hari, para peserta yang terdiri Dinas KUKM se Prov Kep Babel, perwakilan PD terkait dilingkungan Pemprov Kep Babel, hingga unsur TNI, dan Bhabinsa serta PT Timah duduk bersama membahas arah besar pengembangan KDKMP di Babel. Hasilnya, tiga kesepakatan penting lahir dan langsung ditandatangani bersama sebagai bukti nyata komitmen bersama.
“Tiga hal yang disepakati ini menjadi pijakan kita bersama. Mulai dari penyusunan juklak-juknis bagi business assistant (BA) dan project management officer (PMO), penetapan jadwal pelatihan capacity building bagi pengurus KDKMP, hingga percepatan pendataan lahan pembangunan gerai sesuai Inpres Nomor 17 Tahun 2025,” jelas Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Muslim El Hakim.
Tak hanya itu, dalam rakor tersebut juga dibahas peluang kemitraan antara KDKMP yang berada di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah dengan perusahaan tersebut.
“Kami ingin KDKMP bisa bermitra secara produktif dengan PT Timah untuk mempercepat pengembangan usaha sekaligus mencari solusi yang saling menguntungkan,” tambah Muslim.
Untuk memastikan hasil rakor tak berhenti di meja pertemuan, DKUKM Babel menyiapkan tindak lanjut secara berkala. Setiap dua minggu, progres akan dipantau baik secara langsung maupun melalui zoom meeting, dengan target besar: pembangunan gerai dan pergudangan KDKMP rampung pada Maret 2026.
“Semua pendamping sudah siap secara teknis. Pengurus juga bisa berkoordinasi dengan Bhabinsa di lapangan, dan data lahan kini dapat diperbarui langsung lewat sistem siKOPDES agar terintegrasi dengan pusat,” ujarnya optimistis.
Hingga saat ini, DKUKM Babel telah memperbarui 46 data lokasi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan gerai KDKMP. Data tersebut akan terus diinventarisasi terkait status kepemilikan dan peruntukannya.
“Secara nasional, Babel kini menempati posisi ke-14 tercepat dalam pendataan lahan. Dengan dukungan penuh dari TNI dan semua pihak, kita yakin bisa bergerak lebih cepat agar target pembangunan tercapai sesuai rencana,” tutup Muslim dengan semangat.