Tanjung Pandan - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara resmi membuka Mampau Kriya Festival 2025, Jumat (31/10/25). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Belitung, Forkopimda Kabupaten Belitung, Ketua Dekranasda Kab Belitung, Plt Kadis KUKM Babel, perwakilan Bank Indonesia Babel, hingga para pelaku UMKM, pengrajin, dan insan kreatif.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan bahwa lebih dari 97 persen pelaku usaha di Babel merupakan UMKM, dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat.
“Jangan pernah meremehkan pelaku usaha kecil, karena justru merekalah penggerak utama ekonomi kita,” ujar Gubernur saat membuka Mampau Kriya Festival 2025.
Menurutnya, kekuatan ekonomi Babel sesungguhnya bertumpu pada rakyat, pada para pengrajin, koperasi, dan wirausaha kecil yang setiap hari berinovasi dan bertahan. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara UMKM, industri, dan lembaga keuangan agar akses terhadap modal, teknologi, dan pasar semakin terbuka lebar.
“Melalui berbagai program, seperti inkubasi bisnis, KUR UMKM, hingga promosi produk unggulan daerah, kami ingin memastikan pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tapi juga bisa naik kelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Mampau Kriya Festival bukan sekadar ajang pameran karya, tetapi juga ruang belajar dan bertumbuh bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.
“Di sinilah semangat 'Bangga Buatan Bangka Belitung' menemukan maknanya, yakni menggerakkan ekonomi, melestarikan budaya, dan membuka peluang bagi generasi muda,” tuturnya.
Ia pun mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat, untuk terus bersinergi dalam memperkuat UMKM kriya agar berdaya saing dan menjadi kebanggaan daerah.
“Mari jadikan setiap anyaman, ukiran, dan motif batik bukan hanya karya seni, tapi sumber harapan bagi ekonomi daerah yang tangguh dan mandiri,” pesannya.
Sebelum menutup sambutan, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival ini.
“Terima kasih dan selamat menikmati Mampau Kriya Festival 2025 dengan seluruh rangkaian acaranya. Semoga kegiatan ini membawa inspirasi, kolaborasi, dan kemajuan ekonomi bagi kita semua,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, menjelaskan bahwa Mampau Kriya Festival 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Dinas KUKM Provinsi Babel, Komunitas Mampau, dan PLUT Kabupaten Belitung.
Festival ini, katanya, menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Selama lima hari pelaksanaan, mulai 29 Oktober hingga 2 November 2025, festival ini menghadirkan karya terbaik para pelaku UMKM, pelajar, dan generasi muda di bidang kriya, mulai dari batik, tenun, anyaman, hingga produk modern yang tetap mencerminkan identitas budaya Belitung.
Muslim menjelaskan bahwa kata “Mampau” sendiri diambil dari identitas merek dan lokasi Belitung Mampau Foodcourt, yang kini berkembang menjadi pusat kegiatan kuliner dan ekonomi kreatif daerah.
“Dalam bisnis, Mampau menjadi identitas geografis sekaligus merek yang kuat dan melekat pada kawasan ini,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kreatif lokal, meningkatkan nilai jual produk kriya, sekaligus melestarikan inovasi budaya Belitung. Selain itu, festival ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas SDM dengan memberikan edukasi dan inspirasi tentang desain, teknik, serta pemasaran produk kriya kepada pelaku UMKM dan generasi muda.
“Harapannya, festival ini tak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga tonggak bagi tumbuhnya UMKM kreatif Belitung yang mandiri, berdaya saing, dan berkarakter lokal,” tutup Muslim.
Mampau Kriya Festival 2025 hadir hingga 02 Novemver 2025 dengan berbagai event, mulai dari bazaar, workshop, talkshow, lomba hingga parade dan hiburan seru.