Pangkalpinang - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mendorong pelaku koperasi dan UMKM di Babel untuk lebih kreatif dan inovatif serta memanfaatkan teknologi. Karena tantangan kedepan ialah digitalisasi, maka pelaku koperasi harus memanfaatkan teknologi dalam menjalakan usaha dan mempromosikan produknya.
Demikian disampaikannya saat membuka Pelatihan Koperasi dan UMKM Dana Alokasi Khusus Non fisik dan APBD Provinsi Babel pertama pada tahun 2019, di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Babel, Senin (18/2/2019).
Pembukaan pelatihan pertama pada tahun ini, juga dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Penelitian dsn pengakajian Kementerian Koperasi dan UMKM, Christina Agustina, Kepala BKKBN Prov Kep Babel Etna Estelita dan beberapa Kepala OPD lainnya.
Pelatihan bagi pelaku koperasi dan UMKM sepanjang tahun 2019 ini akan melibatkan peserta sebanyak 1.440 orang yang terbagi dalam 48 angkatan. Pelatihan akan berlangsung dari bulan Februari hingga Bulan Juli nanti.
Gubernur meminta para peserta untuk mengikuti pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini dengan serius serta mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama pelatihan.
"Pelatihan ini penting, karena kami ingin mendorong kemampuan kalian untuk mengambil peluang yang banyak sekali di Babel ini. Kami ingin agar kalian lebih kreatif," katanya.
Erzaldi juga mengingatkan agar peserta merubah mindset dan sikap "dak kawa nyusah". Kerena mindset dan sikap ini menghalangi masyarakat untuk tumbuh kreatif dan inovatif.
"Potensi Babel begitu luar biasa. Nah, potensi ini harus dimanfaatkan. Kami ingin terus dorong kalian untuk berusaha menjadi cerdas dan kreatif," tegasnya.
Ia menyebutkan bahwa tantangan kedepan bagi pelaku koperasi dan UMKM adalah digitalisasi. Memasuki era industri 4.0, semua usaha serba digital dan memanfaatkan teknologi.
"Kalau tidak paham, kita akan tertinggal. Saya harap semua sudah memiliki smartphone berbasis android agar kita bisa lebih maju. Karena pemerintah akan mendata, link-an serta membantu promosikan produk dengan sistem yang berbasis android," pungkasnya.
Sebelumnya, Asisten Deputi Bidang Penelitian dsn pengakajian Kementerian Koperasi dan UKM Christina Agustina mengatakan Babel, menjadi daerah prioritas dalam beberapa program seperti koperasi dan UMKM.
"Babel ini destinasi favorit. Karena jarak yang dekat hanya 50 menit dari Jakarta, alamnya indah, budaya bagus dan kulinerya enak. Ini anugerah yang harus dimanfaatkan," katanya.
Selain itu, Ia menuturkan bahwa Provinsi Babel juga memiliki sesuatu yang luar dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM yakni memiliki tenaga pendamping menjadi percontohan bagi daerah lain. Tenaga pendanping di Babel sangat aktif, memiliki manajeman yang baik serta sangat rapi dalam membuat laporan.
"Pendamping ini kepanjangan tangan dari pemerintah. Nah, pendamping di Babel ini sangat luar biasa dalam mendamping, mereka sangat aktif dalam memberikan pendampingan," tutur Christina.