Pangkalpinang - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman ingingkan pelaku usaha pemula terus meningkatkan kinerjanya sehingga mampu bersaing dan menghasilkan produk yang berkualitas.
Demikian disampaikannya dihadapan 50 pelaku usaha pemula di Balatkop UMKM Dinas Koperasi dan UKM Babel, di Pangkalpinang, Senin (26/11/2018).
50 pelaku usaha pemula ini merupakan peserta magang kewirausahaan 1001 digital entreprneuer. Mereka telah mengikuti program ini sejak tanggal 23 Oktober 2018. Selama 25 hari tersebut peserta mendapat pengalaman langsung sebagai wirausahawan dari pelaku UKM untuk magang.
Setelah mendapat pengalaman dan pendampingan oleh para mentor, peserta wajib untuk mempresentasikan hasil usahanya yang akan ditekuninya setelah usai kegiatan.
UMKM menjadi satu sektor pendongkrak ekonomi nasional. Menurutnya, dengan UMKM inilah ekonomi Babel akan bangkit lebih cepat, pertumbuhan pariwisata akan terdukung ketika UMKM ini tumbuh dan berkembang.
Terkait program 1001 digital entrepreneur, Gubernur yakin bahwa program ini akan menciptakan enterpreneur muda, usahawan muda yang kredibel, kuat dan menghasilkan produk yang bisa diterima pasar baik lokal maupun nasional.
Selanjutnya, Ia mengungkapkan, setelah ini pemprov akan mengundang perusahaan-perusahaan untuk mengumpulkan CSR. CSR akan digunakan untuk membantu permodalan, namun bantuan modal ini harus dikembalikam agar mereka terpacu bersemangat mengembangkan usaha.
Gubernur berpesan agar para pelaku usaha pemula untuk tetap semangat dan tidak mudah menyerah. Dalam mengembangkan usahanya, pelaku harusa lebih kreatif dalam menghasilkan ide-ide baru serta jeli melihat peluang pasar.
Setelah menjali pelatihan ini, Ia mengharapkan para peserta ini bisa menjadi entrepenuer yang sukses, mampu berkreasi dengan sumber daya produk yang ada di Babel.
"Yakin mereka akan sukses. Buktinya, baru dikenalkan saja mereka sudah bagus seperti ini, apalagi kalau dilatih tiga bulan atau satu tahun, pasti lebih hebat," sanjung Erzaldi.
Saat melihat presentasi produk, Gubernur juga mencoba makan hasil produksi calon pelaku usaha pemula tersebut.