Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menunjukan komitmennya dalam memperhatikan disabilitas di Babel. Salah satunya, melakukan MoU dengan YPAC Pangkalpinang dalam pemberdayaan disabilitas.
 
Kesepahaman bersama yang dituangkan kedalam Memorandum of Understanding (MoU) Pemprov Babel dengan YPAC tersebut, ditandatangani secara langsung oleh Gubernur Erzaldi Rosman bersama Ketua Umum YPAC Endang Sri Hastuti.
 
Penandatangan kesepahaman bersama antara Pemprov Babel dengan YPAC, tentang Pemberdayaan Disabilitas di YPAC Kota Pangkalpinang, dilaksanakan di Gedung Mahligai Rumdin Gubernur, Selasa (5/3/2019). Penandatangan MoU ini disaksikan Ketua TP PKK Hj Melati Erzaldi, Kepala Dinas KUKM Babel Hj Elfiyena dan beberapa kepala PD lainnya.
 
Gubernur menyatakan bahwa MoU ini merupakan bentuk sinergi bersama dalam memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas di Babel. MoU untuk memberikan pendampingan bagi disabilitas. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan agar anak-anak YPAC dapat menjadi orang-orang hebat.
 
"Ini agar kita lebih dapat kesempatan lagi untuk mendukung anak hebat untuk menjadi orang-orang hebat kedepannya," katanya.
 
Bentuk dukungan tak hanya dalam hal MoU, Gubernur juga berencana akan mendukung pembangunan gedung YPAC Pangkalpinang.  Bentuk dukungan ini dibuktikan dengan merencanakan anggaran hiba. Selain itu, pemprov juga siap mendukung acara pertemuan YPAC Nasional  di Babel pada akhir bulan juli nanti.
 
"Kami akan anggarkan dana hiba untuk pembangunan ini dan kita dukung acara pertemuan YPAC se Indonesia pada Juli nanti," ujarnya.
 
Sebelumnya, Yulizar Adnan Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Prov Kep Babel menyampaikan bahwa pemprov memberikan apresiasi yang besar terhadap YPAC Pangkalpinang. Karena telah berkarya dan berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas SDM bagi anak-anak penyandang disabilitas.
 
"Peran YPAC Pangkalpinang sangat besar dalam mendidik anak-anak disabilitas. Selain itu, keiklasan orang tua dan kesabaran guru dalam membimbing mereka menjadi modal besar menjadikan anak-anak ini menjadi pribadi yang mandiri," ujarnya.
 
Ia menambahkan bahwa pemprov sangat peduli dengan disabilitas. Pemprov telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada dunia usaha agar memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya. Dunia usaha juga diharapkan menyediakan fasilitasi umum yang ramah disabilitas.
 
"Pemprov meminta dunia usaha, instansi pemda dan pihak swasta untuk memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan magang," tambahnya.
 
Yulizar menuturkan bahwa pemprov terus bersinergi dengan semua pihak swasta melalui program CSR dalam memberdayakan penyandang disabilitas. Tak hanya itu, tahun 2018 pemprov juga telah memberikan dana 500 juta bagi 1000 penyandang disabilitas.
 
"Mari sama-sama kita bersinergi demi mewujudkan provinsi Babel sebagai provinsi yang ramah disabilitas," pungkas Yulizar.