Purwokerto - Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Br Simanungkalit menyatakan bahwa harkopnas expo ini sebagai etalase pencapaian gerakan koperasi nasional dalam mengembangkan produk UMKM dan mempromosikannya.
"Expo ini mempromosikan produk UMKM sekaligus membuka peluang bisnis dan investasi yang dapat diakses oleh seluruh koperasi di Indonesia," katanya saat membuka Harkopnas Expo di Purwokerto, Kamis (11/7/19) sore.
Ia melanjutkan bahwa saat ini koperasi berada pada era digitalisasi dan AI (artificial intelligence) yang merubah perilaku dalam bisnis. Perlu disadari, diera Industri 4.0, koperasi perlu kesiapan dan bekal SDM yang didasari tekad dan siap berubah dalam menghadapi perubahan bisnis yang distruktif.
"Tantangan ini tidak hanya tapi diperlukan perubahan mindset pelaku koperasi, sistem bisnis mengelola koperasi serta berani mereformasi total koperasi," lanjutnya.
Lalu menurut Ia, insan koperasi harus memiliki kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam menata organisasi dan strategi bisnisnya. Koperasi harus memanfaatkan teknologi informasi untuk memilih sistem produksi dan menganalisis pasar maupun pesaing.
"Dengan memanfaatkan teknologi informasi, koperasi bisa merangkul generasi milenial yang jumlahnya 1/3 dari total penduduk Indonesia. Sehingga generasi milenial mau bergabung dengan koperasi dalam mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada," ujarnya.
Berdasarkan data Kemenkop UKM tahun 2018, jumlah koperasi mencapai 130.000 unit. Menurutnya, dari jumlah tersebut mampu memberikan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 5,1 persen.
Victoria menambahkan dengan masuknya dan keterlibatan aktif generasi milenial, pemanfaatan digital dan aktif mereformasi koperasi dapat menambah jumlah koperasi yang bisa melakukan eksport.
"Semoga kedepan semakin banyak koperasi yang bisa eksport, menjadi distrubution channel, menjadi penyalur KUR, dan masuk ke bursa saham," harapnya.
Kemudian ia menyebutkan salah satu koperasi yang bisa ekspor, yakni Koperasi mira satria. Koperasi mira satria sudah bisa meningkatkan daya saing produk gula kelapa dari petani dan UMKM. Produk tersebut sudah mendapatkan sertifikat organik dan mampu eksport langsung. Selain itu koperasi ini juga sudah menghilirisasi produk dari gula kelapa.
"Ini contoh keberhasilan koperasi. Koperasi bisa meningkatkan serta mengangkat posisi tawar produk UMKM," tutupnya.
Diakhir sambutannya, Victoria mengharapkan kegiatan ini mampu menjadi wahana pendorong bagi koperasi untuk mempromosikan produk, mendorong daya saing produk dalam negeri, dan memotivasi koperasi dalam negeri untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
"Kegiatan ini mampu mendorong daya saing produk, mengeksplore potensi sumber daya lokal dan memotivasi koperasi menghasilkan produk yang berkualitas, sesuai selera pasar dan bernilai jual tinggi sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya Nurdin Halid, Ketua Dekopin mengatakan harkopnas expo merupakan program rutinitas dari setiap penyelenggaraan harkopnas.
"Harkopnas expo ini untuk mempertemukan pelaku koperasi agar mereka bisa berdiskusi, membangun kerjasama dan bermitra dengan koperasi lainnya," katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah harus mendorong gerakan berkoperasi. Selain itu, pemerintah dan dekopin harus mendorong koperasi untuk bergerak disektor riil. Karena jumlah koperasi disektor rill masih kurang jika sibandingkan dengan koperasi KSP.
"Jumlah koperasi disektor rill masih kurang. Kita akan dorong agar mereka bergerak disektor riil. Karena sektor rill mempercepat pembangun koperasi sehingga bias mensejahterakan anggotanya," ujarnya.