Pangkalpinang - Memsasuki tahun kedua pandemi Covid-19, kondisi disrupsif terus berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Dampaknya tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga berbagai sektor perekonomian. Begitu juga dengan koperasi sebagai badan usaha ikut terdampak.
 
Menteri Koperasi dan UKM menuturkan bahwa hingga saat ini, Koperasi belum sepenuhnya menjadi pilihan utama kelembagaan ekonomi rakyat. Hal ini ditunjukan dengan masih rendah pastisipasi masyarakat sebagai anggota koperasi dan rendahnya kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional sebesar 5,1 persen.
 
"Koperasi belum menjadi pilihan utama masyarakat.  Hanya 8,41 persen penduduk yang jadi anggota koperasi. Ini harus menjadi perjuangan bersama untuk menjadikan koperasi sebagai sokoguru ekonomi Indonesia," katanya saat kegiatan peringatan Harkopnas dan doa bersama secara virtual, Senin (12/07/21).
 
Oleh karena itu, peringatan Harkopnas ke 74 ini mengusung tagline Untung bareng koperasi. Tagline ini didasari semangat untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Selain peningkatan ekonomi anggota, koperasi diharapkan menjadi lembaga sosial dan lembaga pendidikan bagi anggota dan masyarakat.
 
"Tagline Untung Bareng Koperasi sebagai semangat untuk membangun kesedaran masyarakat akan potensi besar koperasi dalam meningkatakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
 
Pengembangan koperasi juga dihadapkan pada tiga disrupsi yakni disrupsi pandemi, disrupsi demografi dan disrupsi teknologi. Untuk menanggapi tiga disrupsi tersebut pemerintah menargetkan pada 2024 koperasi mampu berikan kontribusi sebesar 5,5 persen terhadap PDB dan terdapat 500 koperasi modern.
 
Ia menjelaskan bahwa guna mewujudkan target tersebut dan rebdranding koperasi sebagai entitas bisnis yang modern, kontributif, dan kompetitif, pemerintah siapkan lima strategi, yakni transformasi kelembagaan, dukungan terhadap PP No 7 tahun 2021, mendorong perubahan mindset entrepreneurship koperasi, mendukung inovasi koperasi, dan melakukan penguatan fungsi pengawasan koperasi.
 
"Kelima langkah strategis ini diyakin mampu membangun koperasi sebagai entitas bisnis  yang modern, kontributif dan kompetitif," jelasnya.
 
Ditambahkannya, transformasi kelembagaan bisa dilakukan melalui pengembangan model bisnis koperasi melalui korporatisasi pangan dan membuat factory sharing dengan kemitraan terbuka.
 
"Selain itu akan dilakukan juga pengembangan koperasi multi pihak dan penguatan kelembagaan dan usaha anggota melalui strategi amalgamasi (spin off dan split off)," tambahnya.
 
Diakhir sambutannya, Ia mengajak semua pihak untuk mendukung pembangunan koperasi dan rumusan kebijakan pengembangan koperasi oleh pemerintah. Diperlukan peran aktif anggota, pengurus, pengawas dan pengelola koperasi guna mewujudkan koperasi modern.
 
"Mari bersama-sama kita wujudkan koperasi modern dan untung bareng koperasi," ajaknya.