Tanjung Pandan - Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung terus mendorong pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk terus meningkatkan daya saing dan kualitas produknya. Salah satu diantaranya melakukan sertifikasi halal untuk produk olahan yang dihasilkan para pelaku UKM. Karena sertifikasi halal akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk UKM.
 
Demikian dikatakan Hj. Elfiyena Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kep Bangka Belitung saat mengunjungi tempat usaha UKM Durio dan Warung Kopi KongDjie di Tanjung Pandan Belitung, Rabu (1/11/17) malam.
 
Hj. Elfiyena menegaskan bahwa produk UKM yang halal itu sangat penting. Apalagi saat ini Babel sedang giat-giatnya mempromosikan pariwisata. Produk makanan atau kuliner yang tersertifikasi halal itu sangat dibutuhkan para wisatawan yang berkunjung ke Babel. Dengan produk UKM yang halal, para wisatawan merasa aman dan percaya untuk menkonsumsinya.
 
"Produk halal itu menjadi suatu keharusan bagi pelaku UKM. Produk UKM yang telah tersertifikasi halal akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan pada akhirnya bakonsumen yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan produk-produk UKM di Provinsi Kepulauan Babel," tegasnya.
 
Lita Elisa (37th), Pemilik UKM Durio Belitung sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung dalam memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UKM di Babel. Dengan adanya program ini, pelaku UKM merasa sangat terbantu. Karena dengan adanya sertifikasi halal pada produknya akan membuat masyarakat merasa aman.
 
"Sertifikasi halal ini sangat berarti bagi kam dan kami senang dengan adanya program ini. Banyak masyarakat yang bertanya tentang halal atau tidak. Kalau sudah ada sertifikat, maka masyarakat akan merasa aman dalam menkonsumsi produk UKM," ucapnya. 
 
Lita mengatakan bahwa UKM Durio ini berdiri sejak tahun 2002 awalnya hanya memproduksi kricu telur cumi. Namun saat ini ada delapan belas item yang sudah diproduksinya. Salah satu diantaranya adalah kerupuk kulit pisang yang merupakan produk inovasi kreatif yang bahannya berasal dari kulit pisang.
 
"Tahun 2015 yang lalu, saya menciptakan kerupuk kulit pisang. Kerupuk kulit pisang ini produk inovasi kreatif dan berhasil juara I dalam entrepreneur award BI tahun 2016. Alhamdulillah saya bisa ke Filipina," tuturnya.
 
Ketika disinggung tentang bantuan apa yang dibutuhkan pelaku UKM. Lita mengatakan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan sosialisasi atau pelatihan saja. Tetapi para pelaku UKM juga membutuhkan dukungan atau bantuan modal agar bisa berkembang. Selain itu, pelaku UKM juga membutuhkan peralatan packing agar pelaku bisa mengemas produknya dengan baik.
 
"Saya sangat membutuhkan mesin packing. Karena kemasan produk itu sangat penting agar kita bisa eksport. Untuk bisa eksport, pelaku UKM harus memiliki packing seperti hasil olahan industri besar," ujarnya.