Pangkalpinang - Ketua Dekranasda Prov Kep Babel Hj Melati Erzaldi memberikan arahan dan motivasi bagi 120 orang peserta pelatihan kewirausahaan untuk tetap semangat, fokus dan tidak setengah-setengah dalam berusaha sehingga bisa menciptakan usaha kreatif dan menghasilkan produk yang unik, di Aula Tatapraja BKPSDM Babel, Rabu (13/03/2019).
 
120 peserta ini terdiri dari 60 orang dari Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) BKKBN Babel dan 60 orang PHL Pemprov Kep Babel. Pelatihan bagi UPPKS ini  sebagai tindak lanjut dari MoU dengan BKKBN. Sementara 60 orang PHL ini merupakan komitment pemprov untuk mendukung munculnya para wirausaha-wirausaha baru.
 
Hj Melati Erzaldi mengajak para peserta pelatihan ini, untuk fokus dan yakin. Selain itu, juga diharapkan untuk lebih kreatif mencari ide-ide sehingga bisa menghasilkan produk yang unik dan ikonik.
 
"Peserta harus fokus, yakin, semangat, dan kreatif serta lebih berani untuk menghasilkan produk yang unik dan ikonik. Dengan begitu, usaha yang dibangun akan berkembang dan maju atau bisa naik kelas," ajak Ketua Dekranasda Babel ini.
 
Ia menjelaskan program pelatihan bagi UPPKS dan PHL ini merupakan pertama kali dilakukan. Pelatihan ini sebagai wujud komitment dan perhatian pemprov untuk mendorong hadirnya wirausaha baru.
 
"Pemprov serius berikan perhatian kepada PHL. PHL harus memiliki usaha agar perekonomian keluarga tidak kelimpungan saat terjadi sesuatu hal yang tak terduga," jelasnya.
 
Selanjutnya, menurut Ketua Dekranasda Prov Kep Babel itu, dengan menjadi wirausaha atau enterpreneur, perokonomian keluarga dapat terbantu, khususnya bagi para PHL. PHL memiliki usaha dapat menopang keuangan keluarga.
 
Ia yakin, Pelatihan kewirausahan ini akan semakin membuka pengetahuan dan menumbuhkan semangat kewirausahaan para UPPKS dan PHL setelah mendapatkan brainstorming dari narasumber. Para peserta nanti diyakini mampu menciptakan produk yang unik dan berkualitas. Produk yang dihasilkan akan mampu bersaing dan bisa terima masyarakat.
 
Dihadapan 120 peserta pelatihan kewirausahan ini, Hj Melati mengungkapkan, setelah pelatihan ini peserta nanti juga dibimbing dalam memanage keuangan usahanya. Tenaga pendamping yang telah disediakan pemerintah akan membantu memanage agar usaha yang dibangunnya tetap maju dan berkembang.
 
Selain mendapat pendampingan, lanjut Ia pemerintah juga memberikan kemudahan akses permodalan usaha. Akses permodalan ini agar usaha UMKM semakin berkembang.
 
"Permodalan tidak lagi menjadi kendala untuk jadi seorang enterpreneur. Sudah ada KUR, Ummi dan bantuan modal dari PT PNM. Namun bantuan modal ini harus dikembalikan agar dana tersebut bisa dimanfaatkan oleh yang lainnya serta agar kalian terpacu semangat mengembangkan usaha masing-masing," lanjutnya.
 
Diakhir arahannya, Hj Melati Erzaldi mengharapkan agar peserta ini tidak malu-malu dalam mempromosikan produknya. Misalnya, memiliki usaha kripik singkong. Buatlah keripik singkong yang berkualitas seperti keripik singkong maicih. Atau bisa juga membuat rajutan khas Babel. Rajutan yang halus dan terbaik se Indonesia. Setelah itu lakukanlah promosi dengan baik.
 
"Hasilkan produk yang berkualitas sehingga disukai masyarakat. Jangan malu-malu dalam jualan, karena jika produk yang kita hasilkan berkualitas dan unik maka usaha kita akan menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan," pungkasnya.
 
Ikut hadir dalam acara pembukaan ini, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Kepala UPTD Balatkop UMKM, dan beberapa narasumber pelatihan.