Pangkalpinang - Untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, dan memberdayakan koperasi serta mengembangkan UKM, Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Babel terus berbenah dan  melakukan terobosan baru.

Terbukti tahun ini, Dinas KUKM memiliki lima program prioritas Yakni, peningkatan pembinaan kelembagaan dan pengawasan koperasi, program peningkatan pemberdayaan dan pengembangan koperasi, program peningkatan usaha kecil, program peningkatan pelayanan teknis pelatihan perkoperasian dan UMKM, serta program peningkatan pelayanan PLUT KUMKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel Hj Elfiyena mengatakan, kelima program ini sangat penting dalam memberdayakan Koperasi dan mengembangkan UKM. Oleh karenanya program tersebut dijadikan program prioritas pada tahun 2019.

”Yang akan kami lakukan ini tentu untuk memberdayakan koperasi dan mengembangkan UKM untuk bisa bersaing di era digital” katanya saat rakor di Balatkop UMKM di Pangkalpinang, Selasa (15/01/2019).

Sebab menurutnya, program peningkatan pembinaan kelembagaan dan pengawasan koperasi dilakukan, mengingat masih terdapat koperasi di Babel yang belum RAT dan memiliki sertifikat NIK. Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi akta notaris bagi koperasi.

“Ini kami lakukan agar koperasi di Babel itu aktif. Karena salah satu indikator koperasi yang sehat dan berkualitas tersebut adalah koperasi yang telah melaksanakan RAT” paparnya.

Menurutnya, ini merupakan langkah dalam mereformasi koperasi. Reformasi koperasi terus dilakukan demi mewujudkan koperasi yang berkualitas. 

Sedangkan program peningkatan pemberdayaan dan pengembangan koperasi,  juga merupakan program prioritas. Pihanya menginginkan pada tahun ingin koperasi di Babel mampu bersaing dan diharapkan tahun ini ada koperasi yang mampu ikut lelang pengadaan barang pemerintah.

”Program ini untuk membuat agar semakin banyak koperasi yang  melakukan kemitraaan dan MoU. Contoh, koperasi petani sawit melakukan MoU dengan pabrik sawit dalam menjual hasil panen petaninya,” imbuhnya.

Pada program peningkatan usaha kecil, pihaknya terus memberikan fasilitasi sertifikasi halal bagi usaha kecil, memberikan kemudahan IUMK serta mempromosikan produk-produk UMKM melalui pameran. Targetnya fasilitasi sertifikasi halal akan diberikan kepada 250 usaha kecil, sedangkan perijinan IUMK tersebut untuk 2500 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

"Program ini penting agar pelaku UMKM kita bisa bersaing dengan produk dari daerah lain," tegasnya.

Terkait wirasusaha pemula, Ia menuturkan bahwa pemprov memiliki kegiatan magang bagi wirausaha pemula. Kegiatan ini menjadi salah satu prioritas karena untuk mendorong munculnya enterpreneur muda di Babel. 

”Kegiatan magang wirausaha pemula tahun ini dianggarkan untuk 20 orang,” tegasnya.

Peningkatan SDM menjadi suatu hal penting dalam mengembangkan koperasi dan UMKM. Sejalan dengan itu, menurutnya tahun 2019 ini ada berbagai pelatihan bagi pengurus koperasi dan UMKM. Pelatihan ini menggunakan dana DAK dan APBD. Namun untuk dana DAK, tahun ini orientasinya lebih kearah pelatihan bagi koperasi.

"Pelatihan dengan DAK akan diikuti sebanyak 870 peserta dan pelatihannya akan dimulai Februari ini," ujarnya.

Hj Elfiyena menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Dan pada tahun ini, dari dana APBD dianggarkan pelatihan untuk 570 peserta.

"Pelatihan dengan anggaran APBD akan dilaksanakan mulai Juli sampai Agustus. Jadi totalnya tahun ini ada 1440 peserta yang akan diberikan pelatihan," jelasnya.

Sementara program yang terakhir yakni program peningkatan pelayanan PLUT. PLUT merupakan pusat layanan bagi koperasi dan UMKM. 

"PLUT ini 'dokternya' bagi koperasi dan UMKM. Konsultan PLUT siap membantu koperasi dan UMKM di Babel semakin maju dan berkembang,” pungkasnya.