Pangkalpinang - Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan pengolahan udang vaname di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (02/11/21). Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan didampingi Kepala UPTD Balatkop UMKM Babel.
 
Peserta pelatihan terdiri dari Guru SMK, Siswa Sekolah Perempuan, Karang Taruna, dan UMKM serta ASN Dinas Kelautan dan Perikanan ini akan mendapatkan materi tentang pengolahan produk higienis, diversifikasi produk olahan udang, dan kemasan produk dari Balai Besar Pengolahan Produk dan Bioteknologi Keluatan dan Perikanan KKP.
 
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan komoditi udang vaname ini memiliki pasar yang besar, baik nasional maupun untuk ekspor. Selain dijual dalam bentuk udang segar, udang vaname juga bisa diolah menjadi berbagai produk makanan olahan.
 
"Udang vaname bisa dikembangkan menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi lebih tinggi seperti brownis udang, breaded shrimp, krispi kepala udang, burger udang, ekado dan gyoza," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep. Bangka Belitung, Yulizar Adnan.
 
Olahan Udang vaname sangat potensial untuk dikembangkan. Mengingat mulai banyaknya produksi udang vaname oleh pembudidaya skala kecil atau skala rumah tangga.
 
"Produksi udang vaname skala kecil atau rumah tangga mulai banyak. Melihat hal ini, Kita berikan pelatihan pengolahan produk olahan udang agar diversifikasi produk olahan semakin banyak dan bisa dikembangkan oleh UMKM Babel," ujarnya.
 
Pengembangan produk olahan udang menjadi salah satu terobosan dan inovasi dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Pengembangan ini memanfaatkan potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki Babel.
 
"Kita melakukan inovasi dan terobasan dengan memanfaatkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan. Kita olah menjadi produk olahan yang bernilai jual," katanya.
 
Kadis KUKM berharap dengan adanya pelatihan ini maka peserta memiliki keterampilan dan dapat memproduksi berbagai produk olahan udang untuk dijual bahkan bisa diekspor.
 
"Peserta memiliki keterampilan untuk membuat berbagai produk olahan udang untuk dijual sehingga bisa menambah pendapatan dan meningkatkan ekonomi keluarga," harapnya.