Pangkalpinang - Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung Hj Elfiyena mengajak para petani yang belum berkoperasi agar bisa segera berkoperasi. Karena koperasi bisa menjadi wadah petani untuk berbisnis dan melakukan eksport.
 
"Petani harus berkoperasi. Karena dikoperasi, para petani bisa membangun bisnis koperasi dan melakukan eksport," katanya saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Bidang Keterampilan Usaha Produktif di Hotel Sun Pangkalpinang, Selasa (4/02/20).
 
Pelatihan usaha produktif ini diikuti sebanyak 30 petani sawit dari Kec Tempilang Kab Bangka Barat. Selama empat hari, para peserta akan mendapatkan materi dari eksportir, Bea Cukai dan Balai Karantina.
 
Hj Elfiyena berujar bahwa dalam koperasi, keuntungan dari usaha dibagikan kepada anggota. Semakin maju usaha koperasi, maka semakin besar pula manfaat yang dirasakan anggota.
 
"Koperasilah yang akan menjaga setiap anggota mendapatkan keuntungan yang sama," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Kadis KUKM mengatakan bahwa pelatihan ini diperuntukan untuk petani sawit agar mereka bisa mengelola lidi sawit menjadi suatu yang bernilai tambah. 
 
"Lidi sawit diolah dan bisa di eksport ke Asia Selatan dan Turkey. Petani dilatih agar terampil dalam mengelola lidi berkualitas ekspor," katanya.
 
Dijelaskannya, para petani yang mendapat pelatihan ini akan didorong membentuk koperasi atau menjadi anggota koperasi. Melalui koperasi, para petani nantinya bisa membangun bisnis dan menjadi eksportir lidi sawit.
 
"Koperasi yang telah berbisnis dan menjadi eksportir akan memberikan manfaat bagi anggotanya. Karena semakin maju bisnis dan usaha koperasi, maka kesejahteraan anggotapun diharapkan semakin meningkat," tambahnya.
 
Terkait reformasi koperasi, Ia kembali mengingatkan agar pengurus koperasi bisa mengelola koperasi dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku. Pengurus koperasi juga harus melaksanakan RAT setiap tahunnya.
 
"Koperasi harus melaksanakan RAT setiap tahun. Karena RAT menjadi indikator koperasi tersebut aktif dan pengelolaannya berjalan dengan baik. Dan kedepannya RAT bisa dilakukan secara online," pungkasnya.