Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan membuka pelatihan usaha produktif kerajinan lidi nipah angkatan II tahun 2022 di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Senin (12/09/22).
Pembukaan pelatihan ini dihadiri Kasubag TU Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Kepala UPTD Balatkop UMKM dan pejabat esselon UPTD Balatkop UMKM Babel serta pejabat Lapas Kelas II A Pangkal pinang.
Pelatihan Kerajinan Lidi Nipah Angkatan II diikuti sebanyak 30 peserta dan akan berlangsung hingga 15 September 2022. Pelatihan ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Deshanda Craft, Matahari, dan Suryani. Materi yang didapat yakni cara membuat kerangka, menganyam, menenun dan finishing.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan bahwa lidi nipah dan produk turunannya berupa kerajinan ini merupakan upaya pemanfaatan SDA yang tersedia di Babel. Komoditas ini memiliki potensi untuk menggerakan perekonomian masyarakat. Hal ini terbukti, komoditas lidi nipah sudah diekspor ke Nepal, Pakistan dan India.
"Lidi nipah sudah berapa kali kita ekspor. Sementara kerajinan home decornya juga pernah diekspor ke Singapura," katanya.
Guna mendorong hal tersebut, pihaknya terus memberikan pelatihan kerajinan lidi nipah kepada masyarakat. Pada tahun 2020, ada tujuh angkatan dan lima angkatan pelatihan pada tahun 2021. Sementara tahun 2022, ada dua angkatan untuk warga binaan di Lapas.
"Tahun 2022, pihaknya menjalin kerjasama dengan Lapas yakni LPKA dan Lapas Kelas II A Pangkalpinang untuk memberikan pelatihan kerajinan lidi nipah kepada warga binaan," ujarnya.
Kadis KUKM Babel menjelaskan bahwa pelatihan yang dilaksanakan di Lapas Kelas II A ini merupakan upaya untuk memberikan keterampilan membuat produk kerajinan berbahan baku lidi nipah kepada warga binaan.
"Pemerintah ingin memberikan keterampilan membuat produk kerajinan berbahan baku lidi nipah kepada warga binaan," katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya pelatihan ini juga telah dilaksanakan di LPKA Pangkalpinang pada tanggal 5 hingga 8 September.
"Pelatihan bagi warga binaan pada hari ini yang kedua dilakukan Dinas KUKM, dimana minggu lalu kita laksanakan di LPKA," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan kerajinan lidi nipah ini diberikan karena stock bahan baku lidi nipah di Babel melimpah. Selain itu, potensi pasar ekspor produk home decor berbahan baku alami juga sangat besar.
"Bahan baku lidi nipah di Babel melimpah dan potensi pasar ekspor nya juga cukup besar. Karena itu kita harapkan agar warga binaan ini bisa didorong untuk mengembangkan kerajinan lidi nipah," tambahnya.
Kadis menuturkan, lidi nipah ini bisa dibuat berbagai produk kerajinan seperti kotak tisu, tas, bingkai cermin, keranjang, hingga kursi. Selain dibuat kerajinan, lidi nipah juga memiliki nilai ekonomi. Lidi nipah bisa dijual ke penampung yang kemudian bisa diekspor.
"Setelah menyelesaikan masa binaan, diharapkan bisa membuat kerajinan lidi nipah. Atau minimal mengambil lidi nipah dan dijual ke Koperasi Angsa Putih di Kota Kapur," harapnya.
Kasubag TU Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi mewakili Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, mengatakan kegiatan pelatihan seperti ini sangat mendukung program bina kemandirian. Kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan warga binaan.
"Kegiatan ini sebagai bina kemandirian dimana dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan warga binaan," katanya.
Novriadi juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan UKM Babel yang telah bersedia memberikan pelatihan bagi warga binaan.
"Terima kasih kami ucapkan kepada Dinas KUKM Babel yang bersedia memberika pelatihan. Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat bagi warga binaan," ucapnya.