Pangkalpinang - Pelaku UMKM Provinsip Kep Babel dari Desa Kota Kapur kembali berhasil melakukan ekspor lidi nipah untuk ke tiga kalinya. Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Yulizar Adnan bersama Perwakilan BI Babel di Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang.
 
Kadis KUKM Babel menyebutkan bahwa lidi nipah jadi komoditas baru Babel untuk diekspor. Ekspor lidi nipah ini sudah tiga kali dilaksanakan sejak Juni 2020. Kali ini sebanyak 12 Ton lidi nipah di ekspor ke India. 
 
"Lidi nipah menjadi komoditas Ekspor Babel dan menunjukkan hasil yang positif. Kita harapkan upaya ini dapat membawa perubahan kesejahteraan pada petani dan pelaku UMKM di Babel," katanya di Pelabuhan Pangkal Balam Pangkalpinang, Rabu (8/9/21).
 
Ia menambahkan, dengan adanya ekspor lidi nipah maka ekonomi masyarakat desa mulai bergerak maju. Lidi nipah juga tidak hanya bisa diekspor dalam bentuk lidi tapi juga bisa diekspor dalam bentuk kerajinan anyaman.
 
"Potensi ekonomi dari lidi nipah ini cukup besar. Bisa diekspor dalam bentuk lidi, bisa juga kerajinan. Apalagi ketersedian lidi nipah di wilayah Babel ini cukup banyak," tambahnya.
 
Untuk pemasaran, lidi nipah bisa diekspor ke negara Timur Tengah, Asia Selatan dan beberapa negara Asia Tenggara. Sementara untuk kerajinan lidi nipah, potensi pasarnya di Asia Timur seperti Jepang bahkan bisa ke Eropa dan AS.
 
"Tentu hal ini jadi peluang bagi kita. Kita tak hanya berkutat di pasar lokal saja, tapi harus pasar dunia sehingga dapat memberikan keuntungan untuk para petani," lanjutnya
 
Terkait ekspor, Ia menuturkan bahwa Pemprov Babel terus berupaya mendorong adanya peningkatan ekspor komoditas dan produk UMKM. Kedepan, selain lidi nipah, pemerintah juga mendorong ekspor buah pinang.
 
"Komoditas Babel seperti buah pinang memiliki peluang untuk di ekspor. Jadi kedepan kita dorong petani pinang juga bisa ekspor melalui koperasi pinang kite," ujarnya.