Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung Yulizar Adnan membuka rapat monitoring dan evaluasi PL-KUMKM TA 2022 di Babel diruang rapat Dinas KUKM, Rabu (20/07/22).
Rapat monitoring dan evaluasi PL-KUMKM ini dihadiri Asdep Pemetaan Data, Analis dan Pengkajian Usaha KemenkopUKM Adi Trisnojuwono, BPS Prov Kep Babel, Dinas KopUKM Bateng, Dinas KopUMKM Perdagangan Kota Pangkalpinang, BPS Kota Pangkalpinang, BPS Bateng, pejabat esselon Dinas KUKM Babel, verifikator, dan enumerator data.
Kepala Dinas KUKM Babel mengatakan rapat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala teknis dan non teknis yang dihadapi oleh enumerator pada saat melakukan pendataan langsung ke pelaku usaha.
"Semoga rapat monev kali ini dapat memberikan solusi atas kendala yang terjadi dilapangan sehingga 45.000 data UMKM dapat tercapai," katanya.
Kadis KUKM berharap PL-KUMKM di Babel dapat berjalan lancar dan target yang ditetap dapat tercapai. Dengan adanya basis data maka pengembangan KUMKM dapat lebih terarah.
Pada tahun 2022, pendataan lengkap KUMKM di Babel dilaksanakan di dua daerah yakni Kab Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang. Targetnya ada 45.000 data UMKM. Dimana 25.000 data di Kab Bangka Tengah dan 20.000 data di Kota Pangkalpinang. PL KUMKM Babel melibatkan 90 enumerator yakni 50 enumerator Kab Bangka Tengah dan 40 enumerator di Kota Pangkalpinang.
Asdep Pemetaan Data, Analis dan Pengkajian Usaha KemenkopUKM Adi Trisnojuwono, mengatakan bahwa saat di Indonesia ada sebanyak 65,46 juta UMKM. Kemenkop UKM mengelompokannya berdasarkan aset dan omset.
Ia menjelasakan, bahwa hingga saat ini belum ada data lengkap dan data tunggal. Untuk itu, Pemerintah mencanangkan program nasioanal pendataan lengkap KUMKM untuk menghasilkan basis data.
"Untuk itu program nasioanal ini ditujukan untuk menghasilkan basis data. Basis data ini dapat menavigasikan pengembangan KUMKM lebih terarah dan berkelanjutan," jelasnya.
Lebih lanjutnya, Ia mengatakan bahwa PL-KUMKM 2022 ini diharapkan mampu menjadi basis data tunggal Koperasi dan UMKM yang akurat, mutakhir, dan terpadu. Pendataan dilakukan dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) dan fokusnya pada UMKM yang punya gedung baik khusus untuk usaha maupun campuran serta UMKM non pertanian.
"Dengan ada basis data maka kedepan kita dapat manfaatkan data yang sama, saling bersinergi dalam mengembangkan KUMKM. Artinya seluruh stakeholder bisa memanfaatkan data secara bersama-sama," ujarnya.
Pelaksanaan PL-KUMKM di Babel hingga tanggal 18 Juli 2022 data yang sudah terentry dan telah diverifikasi mencapai 10.671.
"Data yang masuk sudah mencapai 23,71 persen. Semoga target 45.000 data KUMKM ini bisa tercapai," katanya.
Terkait PL-KUMKM, Ia menuturkan bahwa di beberapa daerah masih ada yang mendata UMKM di sektor pertanian. Dimana pada PL-KUMKM tahun 2022 ini yang didata itu UMKM non pertanian.
"Kami masih menemukan data yang masuk itu UMKM sektor pertanian. Saya harap para enumerator di Babel tidak mendata UMKM yang ada sektor pertanian," tuturnya.