Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan mengatakan bahwa UMKM adalah aktor penting dari perekonomian bangsa. Hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap PDB Nasional yang mencapai 61,41 persen dan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 97 persen.
 
"UMKM itu aktor penting dalam perekonomian bangsa karena kontribusinya besar terhadap PDB nasional dan penyerapan tenaga kerja yang tinggi," kata Kadis KUKM saat membuka webinar Aspek Perpajakan dan Akuntansi Serta Digitalisasi untuk UMKM via zoom meeting, Kamis (22/09/22).
 
Kegiatan yang diinisiasi Halopajak dan IAI Babel diikuti puluhan UMKM Babel dan mahasiswa di Babel.
 
Lebih lanjut Kadis KUKM mengatakan, berdasarkan data dari Dirjen Pajak, kontribusi PPH final UMKM hanya sekitar 1,1 persen dari total penerimaan PPH final secara keseluruhan. Hal ini disebabkan karena masih cukup banyak UMKM memiliki kemampuan yang terbatas terkait pembukuan, pencatatan keuangan dan perpajakan. Selain itu masih cukup kecil UMKM yang terdaftar sebagai wajib pajak.
 
"Kemampuan UMKM untuk pembukuan masih terbatas dan masih minimnya sosialisasi dan penjelasan tentang PPH final UMKM 0,5 persen berdasarkan PP 23 Tahun 2018. Ini lah yang jadi kendalanya minimnya kontribusi UMKM terhadap PPH final," ujarnya.
 
Ia menyebutkan bahwa saat ini Jumlah UMKM di Babel tercatat sebanyak 183.030 unit yang berpotensi menjadi wajib pajak. Pungutan pajak yang dikenakan pada UMKM hendaknya jangan dikonotasikan untuk membebani UMKM. Namun sebenarnya hal ini menjadi dorongan yang dapat membuka kesempatan luas bagi UMKM Naik kelas.
 
"Pajak UMKM ini harus menjadi dorongan bagi UMKM naik kelas dari usaha informal menjadi kegiatan ekonomi formal. Karena menjadi UMKM yang taat pajak harus memiliki pembukuan dan legalitas yang baik," katanya.
 
Karena apabila kedua hal tersebut terpenuhi, maka menurut Kadis, program pemberdayaan lain seperti mendapatkan akses permodalan yang lebih luas, bantuan peralatan, sertifikasi dan pemasaran akan datang dengan sendirinya.
 
"Untuk itu, saya harap pelaku UMKM dapat mengikuti webinar ini dengan seksama agar informasi yang didapat tidak setengah-tengah sehingga dapat mendorong UMKM naik kelas," ajaknya.
 
Kadis juga mengingatkan bahwa diera digital ini kemampuan pengunaan teknologi informasi menjadi penting bagi UMKM karena dapat menjadi pengungkit daya saing UMKM. Dengan digitalisasi UMKM dapat menyasar pasar lebih luas dan tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri.
 
"Mengingat pentingnya digitalisasi bagi UMKM, maka pemerintah pun membuat road map digitalisasi. Berdasarkan rood map ini maka pemerintah menargetkan pada tahun 2024 tercatat 33.000 UMKM yang scalling up, tidak hanya onboarding atau jualan online namun sudah menggunakan big daya, AI serta augmented reality dalam operasional usahanya," katanya.
 
Diakhir sambutanya, Kadis menyampaikan apresiasi yang besar kepada Halopajak dan IAI Babel yang telah menginisiasi kegatan ini guna mendorong peningkatan kontribusi UMKM terhadap penerimaan negara melalui pajak.
 
"Terima kasih kepada Halopajak dan IAI atas inisiasinya. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi pengembangan UMKM di Babel serta dapat meningkatkan omsetnya yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kontribusi penerimaan pajak oleh UMKM," pungkasnya.