Jakarta - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov Kep Bangka Belitung menyatakan sangat mendukung sekali adanya tenaga pendamping KUR, dimana saat ini terdapat 10 tenaga pendamping KUR. Tenaga ini bisa mempercepat pencapaian penyaluran KUR di Babel. Namun diharapkan Kemenkop UKM bisa menambah tenaga pendamping agar ada disetiap kecamatan.
"Keberadaan tenaga pendamping KUR maupun PPKL disetiap kecematan itu sangat penting dalam membimbing dan membantu pengembangan koperasi dan UMKM. Kita harap tenaga pendamping ini bisa dikontrak selama setahun dan ditambah jumlahnya oleh Kemenkop," ucapnya saat melakukan kunker bersama Komisi II DPRD Kep Babel ke Kemenkop UKM di Jakarta, Kamis (3/5/18).
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa berdasarkan data koperasi per April 2018, di Babel ada sebanyak 971 koperasi, dimana 698 koperasi tercatat aktif. Sementara yang sudah RAT baru 339 koperasi. Dan bebera koperasi masih terkendala untuk memperoleh NIK. Padahal beberapa koperasi yang aktif sudah mengirimkan data kedalam sistem online.
"Kite menargetkan sebanyak 60 persen koperasi di Babel bisa segera melakukan RAT. KIta juga inginkan sertifikat NIK ini bagi koperasi di Babel yang sudah mengajukan data untuk bisa segera divalidasi dan diterbitkan," katanya.
Hj Elfiyena juga menyampaikan bahwa data WP dari Babel hanya 3 UMKM yang mendapatkan tahun 2017 lalu. Hal ini terkendala karena beberapa UMKM Babel belum memilki sertifikat kewirausahaan dua tahun berturut-turut. Mereka memiliki sertififikat seperti sertifikat kemasan produk, sertifikat pengolahan.
"Beberapa UMKM kita sudah memiliki sertifikat, namun bukan sertifikat kewirausahaan. Kita harap pihak kementerian bisa memfasilitasi pelatihan kewirausahaan bagi UMKM di Babel. Sehinga pada 2018 ini puluhan atau 100an pelaku UMKM Babel terpilih sebagai WP," ujarnya.
Terkait program LPDB, menurut Ia, sebaiknya pihak LPDB gencar mensosialisasikan program ini ke daerah, baik persyaratan maupun cara pembuatan proposalnya.
"Pihak pemprov terus membantu KUKM untuk mendapatkan dana bwrgulir LPDB ini. Pihaknya melakukan koreksi terhadap proposal sebelum dikirim secara online agar semakin banyak KUKM yang dapat menyerap dana tersebut," ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sutardjo Sekretaris Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM mengatakan bahwa Kemenkop siap membantu pelaku UMKM Babel. Pihak melalui Deputi SDM akan menfasiliasi pelatihan kewirausahaan di Babel.
"Pemda siapkan UMKM yang akan dilatih, nanti Deputi SDM siap memberikan pelatihan dengan mengirimkan narasumbernya," jawabnya.
Terkait program WP, Ia mengingatkan pelaku UMKM Babel calon penerima WP untuk segera mengirimkan proposalnya secara online. Bagi yang belum memiliki sertifikat, nanti akan segera diberikan pelatihan.
"Calon WP tidak boleh telah kirim proposal. Kalau telat, nanti proposal tidak bisa dinilai," tuturnya.