KDKMP Jadi Motor Ekonomi Desa, Pemprov Babel Bekali Pengurus KDKMP se Bateng dengan Pelatihan Praktis
 
Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menyalakan semangat gerakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar benar-benar menjadi motor pemerataan ekonomi di tingkat desa. Semangat itu diwujudkan lewat kegiatan peningkatan kapasitas SDM pengurus KDKMP se-Kabupaten Bangka Tengah, yang digelar di Aula BKPSDMD Babel, Rabu (12/11/2025).
 
Kegiatan yang bersumber dari dana dekonsentrasi Kemenkop UKM ini dibuka langsung oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Eko Kurniawan. Selama tiga hari ke depan, sebanyak 126 pengurus KDKMP se-Bateng akan dibekali berbagai materi praktis seputar pengelolaan koperasi dan pengembangan gerai KDKMP.
 
Dalam sambutannya, Eko Kurniawan menegaskan pentingnya peran KDKMP yang kini telah memasuki tahap operasionalisasi. Program ini, kata dia, merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi.
 
“Koperasi itu soko guru ekonomi. Dari dulu semangatnya adalah kekeluargaan dan yang paling penting adalah bagaimana pengurus dan anggotanya bisa benar-benar membumi,” ujar Staf Ahli Gubernur Eko Kurniawan.
 
Ia menambahkan, meski pemerintah pusat dan provinsi memfasilitasi pembentukan kelembagaan koperasi, hal itu bukan berarti pemerintah akan mengintervensi pengelolaannya. Justru pengurus di daerah lah yang diharapkan punya kompetensi dan kemandirian untuk menggerakkan KDKMP agar benar-benar hidup dan produktif.
 
“Jangan sampai hanya ada plang nama, tapi tidak berjalan. Karena itu, para pengurus yang hadir dipelatihan hari ini harus aktif, banyak bertanya, dan mau belajar dari narasumber agar tidak bingung lagi dalam mengelola KDKMP,” pesannya.
 
Eko juga menekankan pentingnya tatakelola koperasi yang baik, karena di situlah kunci keberhasilan organisasi. Jika sistem dan semangat kekeluargaan sudah berjalan, kesejahteraan masyarakat desa akan lebih mudah terwujud.
 
Menurutnya, setiap KDKMP memiliki potensi berbeda di tiap daerah. Karena itu, koperasi tidak boleh hanya berhenti pada penyaluran barang bersubsidi seperti LPG, tetapi juga harus mampu mengelola potensi lokal secara produktif.
 
“KDKMP bisa bersinergi dengan program pemerintah lain seperti MBG. Banyak produk yang bisa dipasok oleh koperasi, misalnya telur dan sayur dari desa. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ungkapnya.
 
Eko berharap, ke depan KDKMP benar-benar bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat di desa, sehingga cita-cita membangun ekonomi dari desa untuk Indonesia yang lebih sejahtera bisa tercapai.
 
“Saya yakin kita bisa menggerakkan koperasi. Karena kalau dilakukan bersama, semuanya akan lebih mudah. Jangan hanya ada plang, tapi gerak dan usahanya juga harus nyata,” tutupnya.
 
Sebelumnya, Staf Ahli Bupati Bangka Tengah Bidang Pemerintahan dan Hukum, Irwan, menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
 
Menurut Irwan, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. Karena itu, seluruh perwakilan desa dan kelurahan diimbau untuk terus menambah wawasan dan pengetahuan di bidang ekonomi serta perkoperasian.
 
“Tujuan KDKMP adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Zaman terus berubah, banyak aturan baru, jadi kita harus terus belajar dan beradaptasi,” ujarnya.
 
Irwan juga mengajak para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan lain di desa maupun kelurahan.
 
“Ilmu dari pelatihan ini jangan berhenti di sini. Sebarkan kepada masyarakat agar ekonomi desa semakin bergerak maju,” pesannya.
 
Kabid Koperasi, Sopiar, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh dua orang pengurus KDKMP dari setiap desa dan kelurahan. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan mendapatkan pembekalan lengkap tentang berbagai hal penting dalam pengelolaan koperasi.
 
“Mereka akan belajar mulai dari tata kelola perkoperasian, penyusunan proposal bisnis, dinamika kelompok, hingga akuntansi keuangan koperasi. Selain itu, masih ada banyak materi lain yang akan disampaikan oleh perguruan tinggi negeri, Uniper, para pelaku usaha, dan dinas terkait,” jelas Sopiar.
 
Ia berharap, setelah kegiatan ini berakhir, para peserta tidak hanya membawa ilmu untuk diri sendiri, tapi juga menularkannya kepada pengurus, pengawas, dan anggota koperasi di wilayah masing-masing.
 
“Harapannya, ilmu ini bisa dibagikan dan diterapkan langsung agar koperasi kita semakin maju dan mandiri,” tambahnya.
 
Sopiar juga mengungkapkan bahwa program KDKMP kini sudah masuk etape kedua, yaitu tahap operasionalisasi. Sebelumnya, pada etape pertama, seluruh desa dan kelurahan di Bangka Belitung telah membentuk koperasi Merah Putih sebagai wadah usaha bersama.
 
“Sekarang kita fokus di tahap operasional, artinya koperasi harus mulai berjalan. SDM-nya harus siap, usahanya harus jelas,” ujarnya.
 
Menurutnya, jenis usaha yang dijalankan koperasi nantinya akan mengikuti arahan Presiden, yakni usaha primer yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti sembako, logistik, pergudangan, serta potensi unggulan di desa masing-masing.
 
“Kalau di daerahnya kuat di sektor perikanan atau pertanian, ya itu yang dikembangkan. Potensi lokal harus jadi kekuatan koperasi,” kata Sopiar.
 
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah tahap peningkatan kapasitas ini, akan dilanjutkan dengan persiapan kemitraan dan pembangunan gerai atau gudang koperasi.
 
“Sampai sekarang, sudah ada sekitar 100 KDKMP yang mengajukan kemitraan ke BUMN, dan 130 KDKMP dari total 393 di Babel sudah mengusulkan lokasi lahan untuk pembangunan gedung fisik atau gerai,” ungkapnya.