Pangkalpinang - Kementerian Koperasi dan UKM mendorong peningkatan akses pembiayaan UMKM terhadap lembaga keuangan formal. Diharapkan semakin banyak pelaku UMKM dapat memproleh akses pembiayaan dari Koperasi Simpan Pinjam.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati dihadapan 40 peserta pelatihan peningkatan SDM KUMKM di Sun Hotel Pangkapinang, Rabu (14/11/18).
Yuana menyebutkan bahwa saat ini jumlah UMKM di Indonesia mencapai 62.922.617 unit. Sedangkan koperasi mencapai 152.846 yang terdiri dari 19787 unit KSP dan 133.079 unit non KSP. KSP yang ada ini harus didorong untuk memberikan pelayanan kepada anggota selaku pelaku usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan permodalan.
"Dari jumlah UMKM tersebut hanya 19 persen lebih yang baru mengakses pembiayan dari perbankan. Nah, diharapkan kedepan makin banyak UMKM yang bisa mengakses pembiayan melalui KSP," sebutnya.
Terkait akses permodalan, Yuana menuturkan bahwa Kemenkop juga memiliki program Wira Usaha Pemula (WP). WP ini merupakan bantuan modal usaha bagi calon pelaku usaha atau pelaku UMKM yang baru memulai usahanya.
"Bantuan modal ini diberikan sebesar 10 - 13 juta kepada WP yang lolos seleksi. Persyaratan untuk dapat program WP, selain pengajuan proposal, KTP, NPWP, surat keterangan dari lurah/kades dibutuhjan juga sertifikat pelatihan seperti yang anda ikuti saat ini," tutur Yuana.
Yuana mengingatkan pelaku UMKM untuk tetap fokus pada produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan harus terus ditingkatkan kualitasnya.
"Misalnya jika kemasan belum baik, maka buatlah kemasan produk tersebut jadi baik dan menarik hingga bisa bersaing dipasar," ucapnya.
Selanjutnya, Ia mengharapkan pelaku UMKM yang telah mengikuti pelatihan ini nantinya bisa mengaskes pembiayaan melalui lembaga keuangan formal. Pelaku UMKM harus melengkapi ijin dan legalitas usahanya.
"Saya harap makin banyak UMKM di Babel yang bisa mengakses permodalan ke lembaga formal. Selain itu UMKM harus memiliki SIUP, IUMK, PIRT agar lebih mudah mendapat akses permodalan di lembaga perbankan," harapnya.