Pangkalpinang -  Kemenkop UKM telah bersinergi dengan Kemenkum HAM. Salah satu bentuk sinergi ini adalah memberikan pelatihan kepada warga binaan LPP Pangkalpinang. Hal ini dilakukan karena Kemenkop UKM punya kepentingan untuk mendorong munculnya para wirausaha baru. 
 
Demikian disampaikan Asisten Deputi Pengembangan Peran Serta Masyarakat Kemenkop UKM Haryanto saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas SDM KUMKM di lapas perempuan kelas III Pangkalpinang, Sabtu (8/12/18).
 
Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 warga binaan LPP Kelas III Pangkalpinang. Para warga binaan akan mengikuti pelatihan ini selama dua hari, tanggal 8-9 Desember 2018. Mereka akan dilatih cara membuat kripik singkong dan pisang serta membuat roti.
 
Haryanto menegaskan bahwa sinergi ini untuk mendorong terciptanya para wirausaha baru dari warga binaan. Warga binaan diberikan pelatihan keterampilan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
 
"Dengan pelatihan ini, para warga binaan nantinya mempunyai keterampilan yang mempuni serta mempunyai semangat kewirausahaan," tegasnya.
 
Haryanto menuturkan bahwa elalui pelatihan ini agar para warga binaan dapat membuat produk yang bisa dipromosikan keluar dan diserap pasar. 
 
"Saya harapkan para warga binaan setelah keluar dari lapas ini bisa mandiri dan menjadi pengusaha sukses," harap Haryanto.
 
Sementara Kadis Koperasi dan UKM Babel Hj Elfiyena menyatakan bahwa tahun depan pihaknya memiliki banyak kegiatan yang disenergi dengan berbagai instansi. Dinas Kop dan UKM akan memberikan pelatihan kepada para warga binaan lapas.
 
"Tahun depan, kita akan berikan kelas untuk para warga binaan. Kita ingin warga binaan memiliki keterampilan dan produktif," ucapnya.
 
Tak hanya itu, Hj Elfiyena juga menyampaikan bahwa pihaknya akan ikut mempromosikan produk-produk hasil karya warga binaan LPP Pangkalpinang.
 
"Produk hasil warga binaan nanti akan kita promosikan juga. Saya berharap besok, ada produk binaan yang bisa dipromosikan dihadapan Menteri dan Ketua ICSB Indonesia," ujarnya Hj Elfiyena. 
 
Hj Elfiyena juga memberikan motivasi agar warga binaan tetap semangat. Warga binaan juga harus mampu meningkatkan kualitas produk yang dihasilkannya.
 
"Kita harus tunjukan bahwa kita memiliki produk yang berkualitas. Kita harus punya brand agar konsumen selalu ingat akan produk yang dihasilkan," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Kepala Lembaga Permasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Pangkalpinang Nebi Viarleni menyatakan bahwa LPP Pangkalpinang menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Kemenkop UKM. Pihaknya membutuhkan dukungan dari pihak lain agar pembinaan yang dilakukan dapat berhasil.
 
"Kami ucapkan terima kasih. Kami terus membangun kemitraan agar pembinaan ini bisa berhasil dengan baik," ucap Nebi.
 
Menurut Nebi bahwa pelatihan yang dilakukan oleh Kemenkop UKM dini untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan dan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sehingga mereka memiliki keterampilan. Contonya, pelatihan batik diberikan agar mereka bisa menjadi pembatik setelah keluar nanti. 
 
"Kesempatan ini sebagai bekal bagi mereka setelah kembali ke lingkungan masyarakat agar dapat produktif dan berkarya," ungkapnya.
 
Nebi menuturkan bahwa saat ini warga binaan LPP Pangkalpinang telah memiliki produk kerajinan seperti rajutan dan batik. Batik hasil karya warga binaan ini telah mendapat pesanan sebanyak 50 paket kain batik. Ia mengharapkan agar produk yang dihasilkan warga binaan tersebut bisa ikut dipromosikan oleh pihak dinas.
 
"Hasil produk kerajinan warga binaan ini siap dipasarkan. Saya harap, produk kerajinan ini dapat dipromosikan sampai keluar negeri," harapnya.
 
Pada kesempatan tersebut,  Asdep Pengembangan Peran Serta Masyarakat Kemenkop UKM bersama Kadis Kop UKM didampingi Kalapas Perempuan Pangkalpinang melihat aktivitas warga binaan seperti membatik, merajut, serta usaha Cantika laundry.