Pangkalpinang - Dalam rangka mendukung peningkatan pasar produk koperasi,  Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Pemprov Babel menggelar pelatihan dan Business Matching untuk mempertemukan sejumlah pelaku koperasi di Babel dengan buyer.
 
Fungsional Madya Pengembangan Teknologi dan Pembelajaran Asdep Pengembangan SDM Deputi Perkoperasian, T Muhammad Razi mengatakan, pelatihan dan Business Matching akan diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 9 hingga 12 Desember 2022 di Hotel Fox Haris Pangkalpinang.
 
"Kegiatan ini diikuti 30 pengurus dan anggota koperasi sektor riil di Babel," katanya di Hotel Fox Haris Pangkalpinang, Jumat (09/12/22). 
 
Kegiatan Pelatihan dan Business Matching dibuka Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel mewakili Kepala Dinas didampingi Kabid Koperasi dan Fungsional Madya Pengembangan Teknologi dan Pembelajaran Asdep Pengembangan SDM Deputi Perkoperasian.
 
T Muhammad Razi mengatakan bahwa pada saat ini, banyak koperasi dan anggota koperasi yang membutuhkan pasar atau market yang berkelanjutan. Untuk itu Pemerintah perlu untuk memberikan pelatihan atau edukasi sehingga anggota koperasi sektor riil memiliki kemampuan untuk menggaet buyer dari dalam negeri maupun luar negeri melalui pelatihan business maching.
 
"Koperasi butuh pasar untuk produknya. Oleh sebab itu, melalui pelatihan business matching ini kita ingin mengedukasi mereka agar memiliki kemampuan dalam menggaet pasar dalam dan luar negeri," katanya.
 
Ia menambahkan, Koperasi harus mampu menjadi agregator produk-produk anggota koperasi sehingga bisa semakin berkembang. Koperasi juga harus menjadi konsolidator.
 
Adupun tujuan dari kegiatan, Menurut Razi, untuk meningkatkan manajerial koperasi, meningkatkan jaringan koperasi dan mewujudkan koperasi modern yang didukung rantai pasok.
 
"Output nya untuk meningkatkan SDM koperasu dalam manajerial usaha dan mempertemukan produk koperasi dengan pembeli," jelasnya.
 
Ditambahkanya, melalui pelatihan dan Business Matching ini, pengurus dan anggota koperasi sektor riil diberikan pengetahuan tentang manajerial, membangun kemitraan dan mencari pangsa pasar. Selain itu, Para peserta pelatihan ini diwajibkan membawa produk yang dihasilkan. Dimana dalam pelatihan ini, peserta dan produknya akan dipertemukan dengan buyer secara langsung
 
"Pada satu sesi, produk-produk yang telah dibawa peserta akan dipertumakan dengan para pembeli," ujarnya.
 
Sementara Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, mengatakan bahwa Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah bergerak di semua sektor ekonomi dan berlokasi di seluruh daerah. Khusus usaha berskala mikro dan kecil adalah jumlah terbanyak dan memiliki peran serta kontribusi yang sangat penting dalam menunjang perekonomian nasional. 
 
"Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung jumlah UMKM mencapai sekitar 183.030 unit sedangkan koperasi berjumlah 715 koperasi aktif dan secara nasional kontribusi UMKM terhadap PDB pada tahun 2021 adalah sebesar 61.07%," katanya saat membacakan Sambutan Kadis KUKM Babel.
 
Namun demikian, pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan dan peran KUMKM dalam perekonomian salah satunya dengan mendorong pertumbuhan ekspor. Dan khusus untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu melalui pengembangan koperasi dan UMKM antara lain dengan mengalokasikan anggaran untuk berbagai pelatihan peningkatan kapasitas pelaku koperasi dan UMKM.
 
"Pemerintah terus mendorong pertumbuhan dan peran KUMKM dengan mengalokasi anggaran guna meningkatkan kapasitas KUMKM melalui berbagai pelatihan," jelasnya.
 
Ia menyebutkan, salah satu tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah para pelaku UMKM baik yang merupakan anggota koperasi maupun non anggota koperasi memahami seluk beluk ekspor impor, antara lain Incoterm, Price & Sales Export, Digital Marketing, mencari dan perluasan akses pasar, presentasi produk, dan negosisasi serta business matching dengan buyer. Hal ini menjadi penting mengingat kegiatan ekspor adalah salah satu lokomotif yang menjalankan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. 
 
"Aktifitas ekspor sebagai bagian kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di segala bidang. Jadi, kegiatan ini adalah bentuk dukungan pemerintah dengan mendorong ekspor melalui pengembangan koperasi dan UMKM di daerah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," sebutnya.
 
Setelah kegitan ini, diharapkan Para pengurus koperasi dan anggota koperasi dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang telah disiapkan pemerintah dengan mengakses fasilitas yang telah disiapkan sehingga  dapat berkembang usahanya yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
 
"Semoga para peserta dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah sehingga mereka mampu meningkatkan ekspor produk koperasi dan kesejahteraan anggotanya," ujarnya.