Pangkalan Baru - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menggelar sosialisasi pendirian lembaga inkubator yang diikuti oleh 30 instansi pemerintah daerah, perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta di Provinsi Kep Bangka Belitung.
 
Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kemenkop dan UKM Christina Agustin didampingi Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung, Yulizar Adnan di Hotel Santika Bangka di Pangkalan Baru Kab Bangka Tengah, Kamis (21/04).
 
Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kemenkop dan UKM Christina Agustin mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan memberikan informasi mengenai program pendirian lembaga inkubator kepada lembaga/instansi dan perguruan tinggi negeri dan swasta. Selain itu, mendorong penumbuhkembangan wirausaha, IKM/UMKM, dan perusahaan pemula (start-up) berbasis teknologi.
 
"Pelaksanaan sosialisasi pendirian lembaga inkubator oleh Kemenkop UKM sesuai dengan amanah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021. Hal ini untuk mendorong percepatan UMKM naik kelas dan ekosistem kewirausahan yang semakin baik," katanya saat membuka sosialisasi pendirian lembaga inkubator, Kamis (21/04/22).
 
Christina menjelasakan lembaga inkubator akan melakukan pembinaan, pelatihan dan pendampingan kepada calon pelaku usaha. Selain itu, lembaga inkubator juga melakukan pengembangan pelaku usaha pemula yang inovatif dan produktif.
 
"Lembaga inkubator ini akan melakukan pembinaan, pelatihan, pendampingan serta pemgembangan bagi pelaku usaha yang inovatif dan produktif," ujarnya.
 
Dia menambahkan bahwa tujuan inkubasi ini yakni untuk menciptakan usaha baru, menguatkan dan mengembangkan UMKM.
 
"Menciptakan, menguatkan dan mengembangkan UMKM serta melakukan pengoptimalkan SDM dan Iptek," tambahnya.
 
Sebagaimana diketahui, data Kemenkop UKM menunjukan terdapat 64 juta UMKM. Dimana dari jumlah tersebut terdapat 99,6 persen usaha mikro. Untuk itu, diperlukan upaya untuk mendorong percepatan usaha mikro ini bisa naik kelas. Salah satu solusinya yakni melalui proses inkubasi.
 
"Inkubasi ini mendorong anak muda dan UMKM untuk memberikan nilai lebih atau nilai tambah pada produknya. Karena inkubasi ini tidak lepas dari teknologinya. Nantinya selama 6 bulan, para talent disiapkan ruang atau space untuk memberikan pendampingan agar terus tumbuh dan berkembang," ujarnya.
 
Selain PP no 7 tahun 2021, juga sudah diterbitkan Perpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang kewirausahaan. Oleh sebab itu untuk pengembangan kewirausahaan dan tentunya diperlukan kolaborasi antara kementerian lembaga serta pemerintah daerah.
 
"Kedua peraturan ini menjadi beginning position yang cukup kuat untuk mendorong UMKM naik kelas dan onboarding ke ekosistem digital. Oleh karena itu  lembaga inkubator memegang peranan penting, untuk penumbuhkembangan wirausaha atau pelaku UMKM pada nantinya melalui proses inkubasi agar mempercepat proses UMKM naik kelas," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Yulizar Adnan mengatakan bahwa UMKM merupakan sektor paling terdampak pada pamdemi Covid-19. Oleh karena itu, Dinas KUKM terus memberikan perhatian kepada UMKM agar terus beraktivitas dan bisa tumbuh. 
 
"Kita terus memberikan pendampingan kepada UMKM  melalui berbagai kebijakan seperti pembinaan legalitas usaha, pengembangan SDM dan IT serta pemasaran dengan melakukan tranformasi digital. Alhamdulillah kebijakan ini mampu membuat geliat UMKM di Babel terus tumbuh," katanya.
 
Kadis KUKM menambahkan bahwa pihaknya terus mensupport UMKM sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.
 
Terkait Inkubasi, menurutnya inkubasi merupakan suatu proses pembinanaan dan pendampingan yang diberikan oleh lembaga inkubator kepada peserta inkubasi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan usaha baru, mengembangkan dan menguatkan kualitas usaha.
 
"Pendampingan dan penguatan kualitas usaha UMKM yang berdaya saing dan mengoptimalkam SDM dalam menggerakan perekonomian  dengan memanfaatkan teknologi menjadi tujuan dari hadirnya lembaga inkubator," ujarnya.
 
Di Babel hingga saat ini ada beberapa lembaga yang sudah membentuk inkubator seperti FE Universitas Bangka Belitung, ISB Atma Luhur  dan Tins Incubator.
 
"Ini lembaga yang sudah membentuk inkubator. Dan dengan adanya sosialisasi ini, PLUT KUMKM Babel bisa menjadi lembaga inkubator yang mampu mendorong UMKM Babel naik kelas," harapnya.