Pangkalpinang - Assisten Deputi Pengembangan Peran serta Masyarakat Kemenkop UKM Hariyanto mengatakan pemerintah terus mendorong muncul wirausaha baru dan koperasi hebat melalui berbagai program unggulan. Program unggulan tersebut antara lain pemberian NIK (Nomor Induk Koperasi, pemberian akta koperasi gratis, pemberian IUMK gratis dan fasilitasi sertifikasi HAKI bagi produk koperasi dan UMKM.
Selain itu, lanjut Hariyanto, pemerintah juga memiliki program pengembangan kewiraushaan, perluasan KUR, penyedian dana bergulir bagi KUMKM. Untuk meningkatakan pemasaran, Kemenkop memiliki program fasiltasi UKM tenant dalam galeri Indonesia 'Wow'.
"Melalui program-program ini, pemerintah menginginkan bermunculnya wirausaha baru dan koperasi hebat. Pemerintah terus mendorong anak-anak muda untuk menjadi pelaku usaha sejak kuliah," katanya di hadapan 120 peserta pelatihan manajemen desain kemasan produk dan pelatihan manajemen berbasis teknologi pemasaran di Aula BKPSDM di Pangkalpinang, Senin (7/5/18).
Hariyanto mengatakan semua program tersebut bertujuan untuk mengembangkan koperasi dan UMKM menjadi semakin lebih baik, berdaya saing, meningkatkan kinerja kelembagaan dan usaha koperasi. Selain itu pemerintah juga menginginkan koperasi dan UMKM dapat meningkatk perekonomian masyarakat Indonesia dan meningkatkan jumlah wirausaha.
Terkait wirausaha pemula (WP), Ia menjelaskan bahwa melalui program WP, Kemenkop ingin membantu pelaku UKM untuk mengakses bantuan pemerintah. Program WP ini merupakan stimulan awal bagi pelaku UMKM untuk dapat mengakses bantuan modal. Dana bantuan pemerintah dalam program ini tidak dikembalikan karena ini bantuan pemerintah.
"Kita targetkan sebanyak 1.831 WP dapat memanfaatkan program ini. Bantuan dana sebesar Rp10-13 juta ini akan diberikan kepada WP yang lolos seleksi," jelasnya.
Lanjut Hariyanto, untuk mendapatkan dana tersebut, para pelaku UMKM harus mengajukan proposal. Selain itu, pelaku UMKM harus memenuhi persyaratan diantaranya telah memiliki usaha paling tidak enam bulan, berusia maksimal 45 tahun, memilki KTP, NPWP serta IUMK.
Dibidang pemasaran produk UMKM, menurutnya Kemenkop UKM juga terus berupaya meningkatkan promosi produk UMKM. Salah satunya dengan memfasilitasi produk UMKM melalui sarana promosi di Gedung Smesco. Dimana setiap provinsi memilki paviliun untuk menampilkan serta mempromosikan produk-produk UMKM-nya.
Selain itu, Hariyanto menuturkan bahwa Kemenkop juga gencar memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM untuk menggunakan e-commerce. Kemenkop UKM mendorong UMKM untuk melakukan pemasaran secara online melalui beberapa situs e-commerce seperti bukalapak, tokopedi, dan shopee. Pemasaran secara onlinr dapat meningkatkan pangsa pasar produk UMKM.
"Promosikan produk UMKM dengan menggunakan e-commerce dan media sosial seperti FB, Wa. Cukup foto produknya, berikan keterangan yang jelas, dan pasarkan secara online, maka produk kita sudah dipromosikan secara luas," pungkasnya.