Pangkalpinang - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) RI bersama Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Bangka Belitung menggelar sosialisasi kebijakan pembiayaan bagi usaha mikro melalui Sistem Resi Gudang (SRG) di Hotel Fox Harris, Selasa (16/05/23).
 
Kegiatan ini di ikuti sebanyak 40 peserta dari petani, pelaku UMKM dan pengurus koperasi produsen. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Yulius dan dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel, Yulizar Adnan dan Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Kemenkop UKM, Irene Swa Suryani serta menghadirkan pembicara dari Bappebti, LPDB dan Bank Sumsel Babel.
 
Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Yulius mengatakan penyelenggaraan kegiatan sosialisasi SRG bertujuan untuk memberikan pemahaman, tentang manfaat penerapan manfaat SRG sebagai alternatif sistem pembiayaan bagi pelaku usaha mikro khususnya di bidang pertanian.
 
“Sejatinya SRG punya banyak manfaat dan pola penggunaan yang bertujuan untuk membantu pelaku usaha khususnya petani. Seperti kita ketahui bersama, permasalahan yang dihadapi pelaku usaha mikro khususnya petani saat ini dimana saat panen raya harga komoditi pertanian cenderung mengalami penurunan dan akibatnya petani mengalami kerugian saat menjual hasil pertaniannya,” katanya saat membuka kegiatan sosialisasi via zoom dari Jakarta.
 
Disamping itu, petani biasanya menghadapi kesulitan mendapatkan modal dari lembaga keuangan karena tidak memiliki jaminan. Sehingga SRG menjadi salah satu langkah solutif terhadap permasalahan yang dihadapi untuk pelaku usaha mikro khususnya petani di saat panen raya.
 
“SRG menjadikan strategi dalam rangka meningkatkan pendapatan petani melalui tunda jual. Artinya kita menunda jual dulu dengan disimpan di gudang dan menunggu waktu penjualan yang baik. Petani dapat menggantikan barang yang disimpan dengan mengagunkan resi gudang untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan,” ujarnya.
 
Dia mengatakan, beberapa manfaat yang bisa dirasakan pelaku usaha mikro dari SRG yakni resi gudang bisa menjadi instrumen untuk mencari modal usaha, sarana tunda jual, pemberian nilai tambah komoditas dan kualitas, kemudahan akses pasar, dan penguatan kelembagaan petani.
 
“Dengan adanya sosialisasi ini petani lada dapat memaksimalkan pemanfaatan SRG sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya.
 
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov Kep Babel Yulizar Adnan mengatakan komoditas lada di Babel merupakan komoditas pertanian yang berkualitas dan terkenal dengan merek dagang Muntok White Pepper.
 
"Komoditas lada telah menjadi komoditas pertanian unggulan Babel dan telah menjadi tanaman budidaya masyarakat secara turun temurun. Pada tahun 2020, berdasarkan data BPS tercatat produksi lada sebanyak 33.921,12 ton," katanya.
 
Dalam usaha agar petani lada tidak mengalami kerugian saat harga lada turun, pada bulan Mei 2019 Pemprov Babel telah memperkenalkan SRG kepada petani. .
 
"Konsep SRG yang dikenalkan yakni pemerintah melakukan kerjasama dengan koperasi untuk para petani agar dapat menyimpan ladanya. Petani dapat mengajukan pinjaman dana diperbankan dengan jaminan lada yang ada digudang dengan nominal maksimal 70 persen dari harga saat itu," jelasnya.
 
Lalu menurutnya, para petani dapat menjual lada ketika harga membaik. Sementara selisihnya akan dibagi sesuai kesepakatan. Dengan adanya SRG ini diharapkan dapat menstabilkan harga pasar dengan memfasilitasi cara penjualan yang menguntungkan petani.
 
"Jadi SRG ini sebagai salah satu instrumen yang dapat mendorong peningkatan pendapatan dan perekonomian bagi petani," ujarnya.
 
Lebih jauh Kadis menuturkan, Pemprov juga telah mengeluarkan Pergub Kep Babel No 68 tahun 2018, dimana pemerintah memprioritaskan koperasi sebagai pengelola gudang pemerintah. Untuk dapat menjadi pengelola gudang tersebut, koperasi haruslah berjenis koperasi produsen atau pemasaran, memiliki modal dan sumber daya yang cukup dalam menjalankan SRG.
 
"Pengelolaan SRG oleh koperasi, selain dapat meningkatkan pendapatan, kesejahteraan dan peekonomian petani dan anggotanya, juga dapat pula membantu pengembangan usaha koperasi yang disetujui mengelola SRG ini," ucapnya.
 
Kadis berharap, seluruh perserta yang hadir ini dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang telah disiapkan pemerintah melalui berbagai kebijakan. Selain itu peserta juga dapat mengakses fasilitas yang telah disiapkan sehingga dapat berkembang usahanya.
 
"Semua diharapkan dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang telah ada dan berbagai fasilitas yang telah disiapkan sehingga usahanya semakin berkembang dan dapat memperkuat perekonomian Babel," pungkasnya.