Pangkalan Baru - UMKM menjadi sektor usaha yang memiliki jumlah paling besar dan mampu bertahan pada situasi krisis ekonomi. UMKM telah menunjukan eksistensinya saat krisis melanda. Bahkan UMKM menjadi katup penyelamat bagi pemulihan ekonomi bangsa.
"UMKM ini bergerak disemua sektor ekonomi dan berlokasi diseluruh daerah. Perannya yang tak kalah penting dalam menunjang perekonomian bangsa ini harus didukung dengan memberikan kemudahan akses pembiayaan, pembinaan dan pendampingan," kata Kadis Koperasi dan UKM (KUKM) Prov Kep Babel, Yulizar Adnan saat acara pembekalan tenaga pendamping KUR di Hotel Soll Marina Pangkalan Baru, Senin (10/07/23) sore.
Kadis menyebutkan, di Prov Kep Babel, jumlah UMKM mencapai 99,98 persen dari seluruh dunia usaha yang ada. Melihat jumlah yang besar itu, pemberdayaan UMKM dan koperasi menjadi langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian besar masyarakat khususnya melalui penyediaan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan dan tingkat kemiskinan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menyediakan permodalan yang mudah diakses pelaku UMKM berupa program kredit usaha rakyat (KUR) yang bertujuan membantu pelaku UMKM mendapatkan permodalan.
Berdasarkan data sistem informasi kredit program (SIKP) per tanggal 7 Juli 2023, penyaluran KUR di Babel mencapai 589 Milyar dengan jumlah debitur sebanyak 10.771. Jumlah penyaluran KUR ini harus terus ditingkatkan sehingga dana KUR yang tersedia dapat diserap maksimal.
Ia menambahkan, agar informasi KUR dan penyerapan KUR meningkat, maka diperlukan pendampingan KUR yang dilakukan oleh tenaga pendamping KUR. Tenaga ini bertugas memberikan informasi yang jelas kepada pelaku usaha dalam mengakses KUR.
Kadis KUKM berharap, koordinator dan tenaga pendamping KUR dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan aturan berlaku. Selain itu, diharapkan tenaga pendamping dapat mencapai target yang telah ditetapkan yakni 10 pelaku usaha yang mengakses KUR setiap bulannya.