Pangkalpinang - Pemerintah terus berusaha mengurangi kesenjangan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu strateginya adalah membentuk dan memberdayakan koperasi dan UMKM. Karena UMKM sangat stretegis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Assisten II Setda Prov Kep Babel Budiman Ginting menyatakan bahwa keberdaan koperasi dan UMKM sebagai pelaku usaha memiliki peranan penting. Koperasi dan UMKM diyakini mampu menopang ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi wahana penciptaan lapangan kerja.
"Pemberdayaan koperasi dan UMKM yang efektif akan mampu menanggulangi masalah kemiskinan, pengganguran dan penciptaan lapangan kerja, serta mengurangi kesenjangan ekonomi," katanya saat membuka acara sinergi program kerjasama investasi sistem resi gudang dan paket kebijakan ekonomi dan sosialisasi Perpres No 44 tahun 2016 di hotel Puncak Pangkalpinang, Kamis (19/04/18).
Data BPS menunjukan bahwa UMKM mampu menyumbang sebesar 60 persen bagi PDRB. dan menyediakan lapangan kerja sebanyak 97 persen dari jumlah tenaga kerja.
Ia mengatakan bahwa data ini menunjukan bahwa UMKM berkontribusi yang besar bagi ekonomi Indonesia. Namun disatu sisi, pertumbuhan koperasi dan UMKM juga menghadapi kendala. Pelaku UMKM seringkali menghadapi kendala karena keterbatasan modal dan SDM, keterbatasan penggunaan teknologi. Selain itu UMKM juga memiliki keterbatasan dalam meningkatkan akses pasar.
"Ini menjadi kendala bagi UMKM sehingga kemampuan mengembangkan usahanya sangat terbatas," ujarnya.
Berbagai persoalan tersebut menjadi tantang tersendiri bagi pemerintah. Untuk itu, menurut Ia pemprov terus berupaya untuk mendorong pengembangan usahan dan daya saing koperasi melalui berbagai program. Program kegiatan yang diciptakam pemprov menyentuh langsung permasalahan yang dihadapi UMKM. Salah satunya memberikan pelatihan untuk meningkatkan SDM koperasi dan UMKM.
"Pemprov terus memberikan pendampingan dan bantuan sarana serta prasarana. Pemprov juga membangun kemitraan dengan para pelaku usaha besar dan terus buka akses pasar bagi produk UMKM," tuturnya.
Sementara, terkait Perpres no 44 tahun 2016 tentang paket kebijakan ekonomi telah dikeluarkan oleh pemerintah. Budiman mengatakan hadirnya Perpres ini hendaknya menjadi momentum bagi pemda untuk memberikan perhatian lebih serius dan fokus dalam mengatasi berbagai persoalan bagi koperasi dan UMKM. Perhatian ini tentunya akan dapat memberikan dampak bagi kebangkitan koperasi dan UMKM di Babel.
"Para pembina koperasi dan UMKM harus terus meningkatkan sinergitas, sinkronisasi dan harmonisasi program agar dapat membudayakan kreativitas, berinovasi dan menerapkan nilai-nilai integras. Sehingga koperasi dan UMKM menjadi ekonomi rill yang akan mendatang pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.