Pangkalpinang – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima sebanyak 29 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di ruang rapat DKUKM Babel, Senin (22/6/2026).
Kedatangan para mahasiswa ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja KKN-PPM UGM. Sebelum ke Desa Fajar Indah, para mahasiswa KKN-PPM UGM diterima oleh Prov Kep Babel dan diberikan arahan tentang pengembangan UMKM dan pemberdayaan masyarakat di daerah, khususnya di Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bappeda Babel (Sekretaris Kagama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung), Staf Ahli Bupati Bangka Selatan, Kepala Bappeda Bangka Selatan, Sekretaris Dinas KUKM Babel, dosen pembimbing lapangan KKN UGM, serta pengurus Kagama Babel.
Kepala Bappeda Prov Kep Babel yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kagama Babel, Joko Triadhi, menyampaikan bahwa Desa Fajar Indah menjadi lokus kegiatan KKN, dengan karakter masyarakat yang memiliki nuansa keagamaan yang cukup kuat.
Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat. “Kami berharap adik-adik bisa segera beradaptasi, berbaur, dan menjalin interaksi yang baik dengan masyarakat. Jaga sikap, nama baik kampus, serta kesehatan selama menjalankan KKN,” ujarnya.
Joko juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi mahasiswa, mengingat kondisi sosial budaya masyarakat Bangka Belitung yang heterogen. Desa Fajar Indah sendiri merupakan kawasan transmigrasi yang didominasi masyarakat bersuku Jawa, namun tetap memiliki keberagaman budaya.
Menurutnya, KKN menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. “Permasalahan di masyarakat seringkali tidak sama dengan teori. Di situlah proses pembelajaran sesungguhnya terjadi,” katanya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk menyelaraskan program kerja dengan kebutuhan masyarakat serta program pemerintah daerah. Selain program fisik, mahasiswa diharapkan turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk edukasi terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
“Mahasiswa bisa membantu mengubah pola pikir masyarakat, terutama terkait pentingnya pendidikan dan pengembangan usaha. Saya harap KKN UGM ini memberikan hasil yang dikaryakan. Karena itu memberikan kenangan dan juga memberikan manfaat bagi masyarakat desa tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Jono, menyebutkan bahwa Kecamatan Pulau Besar, khususnya kawasan Batu Betumpang, telah menjadi lokasi KKN untuk ketiga kalinya karena dinilai sebagai kawasan pertumbuhan baru.
“Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan mampu mendorong pengembangan komunitas, meningkatkan kualitas usaha masyarakat, serta mendukung pengenbangan aspek sosial budaya,” jelasnya.
Ia juga berharap mahasiswa dapat berperan aktif dalam membantu legalitas usaha masyarakat melalui pengurusan NIB dan sertifikasi halal.
Di sisi lain, Sekretaris Dinas KUKM Babel, M. Denny Elyasa, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UGM. Ia menilai, kolaborasi ini dapat mempercepat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya legalitas usaha.
“Saat ini masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki NIB dan sertifikasi halal, padahal kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman akan mulai berlaku pada 18 Oktober 2026,” ungkapnya.
Denny berharap mahasiswa KKN dapat menjadi mitra strategis dalam melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha di desa.
“Kami berharap adik-adik dapat membantu masyarakat agar usahanya menjadi legal, berkembang, dan memiliki daya saing,” tutupnya.
Setelah kegiatan ini, Mahasiswa KKN-PPM UGM akan berangkat menuju Desa Fajar Indah Kab Basel dan direncanakan besok akan diterima langsung Wakil Bupati Basel.