Pangkalpinang - Sebanyak 30 Pelaku UMKM belajar mengelola Blog bisnis dan membuat Portfolio di Gedung UPTD Balatkop UMKM di Pangkalpinang, Jumat (02/07/21). Pelatihan ini dilaksanakan sejak tanggal 29 Juni 2021 hingga Jumat tanggal 2 Juli 2021.
 
Bloger Triyatni Ashari, mengatakan dalam berbisnis dan kerjasama ada etika yang harus dilakukan oleh pelaku usaha. Etika ini yakni no plagiat, no telat dan harus profesional.
 
"Ketiga etika ini harus dimiliki dan dijalankan agar kerjasama yang kita bangun berjalan baik," katanya.
 
Ia juga mengingatkan bahwa pelaku UMKM untuk menggunakan foto atau gambar yang gratis dan dianjurkan untuk menampilkan sumbernya. Tidak semua gambar yang didownload itu gratis.
 
"Pelaku UMKM atau Bloger tidak boleh mengambil gambar tanpa izin. Ada gambar yang berbayar dan ada gratis," kata Bloger Triyatni Ashari.
 
Sementara, Putri A Santoso menuturkan seorang bloger diwajibkan membuat portfolio dirinya atau usahanya. Portfolio ini sangat penting untuk mendapatkan klien suatu project. 
 
"Portfolio ini penting untuk mendapatkan suatu project," tuturnya.
 
Putri menjelaskan bahwa untuk membuat portfolio, bloger dapat menggunakan berbagai aplikasi seperti canva. Pembuatan portfolio menggunakan aplikasi canva cukup mudah karena sudah disediakan berbagai tema.
 
"Gunakan aplikasi canva. Dalam canva ini berbagai tema sudah ada, kita bisa edit data sesuai dengan yang diinginkan," jelasnya.
 
Selanjutnya, Putri menambahkan dalam portfolio terdapt informasi yang wajib ditampilkan seperti nama, alamat, no contact, pendidikan, skill dan pengalaman.
 
"Cantumkan no kontak, ditambahkan alamat domisili serta alamat media sosial. Dengan informasi tersebut, klien dapat dengan mudah menghubungi kita jika ada project yang ingin dikerjakan," tambahnya.
 
Skill dan pengalaman menjadi hal penting dalam portfolio. Dengan informasi ini orang dapat melihat kemampuan yang dimiliki dan pengalaman dalam menangani project.
 
"Pengalaman yang dicantumkan ini bisa meningkatkan rasa percaya klien kepada kita sehingga mereka percaya untuk menggunakan jasa kita," ujarnya.
 
Terkait keamanan data, Putri mengingatkan bahwa untuk berhati-hati menampilkan data pribadi didalam portfolio. Didalam portfolio,nama Ibu kandung tidak perlu ditampilkan karena bisa dimanfaatkan orang lain untuk hal yang tidak diinginkan.
 
"Jangan sampai cantumkan nama keluarga seperti nama ibu kandung didalam portfolio. Jadi hati-hati menampilkan data pribadi di portfolio, dan tampilkan profil data pribadi yang singkat saja," tutupnya.