Pangkalpinang - Pelaku Usaha Kab Trenggalek melakukan bisnis to bisnis dengan Pelaku Usaha Prov Kep Bangka Belitung. Kegiatan B2B merupakan upaya membangun kemitraan antara pelaku usaha dari Babel dengan Trenggalek sehingga dapat meningkatkan promosi dan pemasaran produk usahanya di kedua daerah.
Acara B2B antara Pelaku Usaha Babel dengan Pelaku Usaha Kab Trenggalek dilaksanakan di Hotel Puncak Pangkalpinang, Selasa (23/4/19). Acara yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kab Trenggalek Jatim ini dihadiri Kepala Dinas Kop UKM Babel Hj Elfiyena, Sekdis Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kab Trenggalek Syahar Musyafak, Ketua IWAPI Babel dan pelaku UMKM dari kedua daerah.
Kepala Dinas Koperasi Hj Elfiyena mengatakan bahwa pemprov Babel menyambut baik kegiatan bisnis to bisnis dan kemitraan usaha antar daerah ini. Menurutnya kegiatan ini bisa untuk memfasilitasi kebutuhan UMKM di masing-masing daerah terkait dengan pemasaran produk.
“UMKM di daerah masih sering terkendala dalam pemasaran produknya. Mereka dapat menghasilkan produk tetapi kadang kesulitan memasarkan hasilnya karena minimnya jaringan pemasaran. Oleh sebab itu melalui B2B dan kemitraan ini dapat menjadi sarana untuk memperluas pemasaran sehingga dapat meningkatkan omset penjualannya,”kata Hj Elfiyena.
Lebih lanjut Hj Elfiyena menjelaskan kemitraan bukan hanya seremonial belaka, namun hendaknya ada wujud konkret hasilnya. Diharapkan produk Babel bisa masuk dan dipasarkan di Trenggalek dan begitu pula sebaliknya. Kemitraan ini juga bermanfaat untuk memotong mata rantai pemasaran karena pelaku usaha bisa saling bekerjasama dan berbagi pengalaman dalam menjalankan usaha.
“Dapat saling mempromosikan produk masing-masing daerah sehingga kemitraan tidak hanya terjadi di level Pemerintah saja atau antar dinas terkait tetapi juga pelaku UMKM juga langsung terjalin kemitraan. Harapannya kemitraan ini dapat terus berlanjut kedepannya dan produk kedua daerah ini bisa saling dipromosikan di geleri UMKM yang dimilikinya," harapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Syahar Musyafak Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kab Trenggalek bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan sinergis antar kedua daerah, khususnya promosi dan pemasaran produk.
Menurutnya, untuk meningkatkan dan memperluas pemasaran maka promosi harus dilakukan secara luas. Promosi produk UMKM tidak hanya dilakukan di daerah sendiri, akan tetapi harus juga dilakukan dengan provinsi yang berbeda.
"Promosi yang luas dan baik akan mampu membuat UMKM naik kelas. Dimana umkm naik kelas tentunya akan berdampak pada peningkatan volume produksi, penyerapan tenaga kerja dan pemasaran semakin luas," ucapnya.
Selanjutnya, Ia mengatakan bahwa Kab Trenggalek dan Pemprov Jatim memiliki komitmen dan perhatian yang besar dalam mengembangkan UMKM. Salah satunya yakni dengan hadirnya kantor perwakilan dagang Jatim di provinsi mitra sehingga memudahkan pemasaran produk pelaku usaha.
"Selain itu, pihaknya juga telah mengundang pihak marketplace bukalapak untuk memudahkan pelaku usaha memasarkan produk secara online. Pemasaran dan kemitraan diharapkan mampu memperluas pasar dan jaringang pemasaran," pungkasnya.
#dinaskukmbabel
#umkmbabelnaikkelas