Pangkalpinang - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kep Bangka Belitung, Hj Elfiyena menyatakan bahwa pemerintah provinsi sudah menjalin kerjasama dengan PT Pegadaian melalui MoU dalam sinergi program. Program Kreasi UMI yang dimiliki PT Pegadaian sangat membantu pelaku UMKM dalam hal pembiayaan.
"Kita sudah jalin kerjasama dengan PT Pegadaian. Program PT Pegadaian ikut membantu mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM sehingga mampu menggerakan ekonomi masyarakat," katanya saat acara Pojok UMKM di In radio FM, Rabu (17/03/21).
Program UMI membuat UMKM lebih mudah dalam akses pembiayaan. Berbagai kemudahan dan fasilitasi diberikan PT Pegadaian kepada UMKM yang terdampak pandemi.
"PT Pegadaian lewat berbagai program dan fasilitasi ikut membantu UMKM yang terdampak pandemi agar bisa bertahan dan naik kelas," ujarnya.
Kadis KUKM menuturkan bahwa untuk mendukung pengembangan UMKM, pihaknya sudah menyediakan tenaga pendamping dan konsultan PLUT. Pelaku UMKM bisa didampingi dan dibimbing dalam memanejerial usahanya.
"Pelaku UMKM bisa memanfaatkan program UMI dalam mengembangkan usahanya serta bisa berkonsultasi dengan tenaga pendamping UMKM yang ada di Kab/Kota dan konsultan PLUT," tuturnya.
Ketika disinggung terkait bisnis yang memiliki prospek saat ini, Ia mengatakan bisnis yang menjadi prospek masih menjadi primadona yakni makanan, khususnya pengolahan produk perikanan. Apalagi saat ini menjelang lebaran, UMKM harus terus produksi dan peminat produk makanan semakin bertambah.
"UMKM harus terus berproduksi dan giatkan jualan online. Kita sudah fasilitasi ratusan UMKM ke market place dan siapkan galery produk UMKM di PLUT untuk membantu pemasaran produk. Ini terbukti, saat ada event seperti Pajero kemaren, produk UMKM di galery laris di beli peserta," ujarnya.
Kepala Cabang Bisnis Mikro PT Pegadaian Babel Raden Mas Farhan mengatakan bahwa PT Pegadaian terus melakukan berbagai program untuk menyasar kaum milenial. Untuk mendukung bisnis mikro, ada program kreasuli dan UMI.
"UMI ini menyasar pelaku UMKM dan menjadi primadona. Dan pada tahun 2020 lalu, program UMI ini mengalami peningkatan," katanya.
Ia menambahkan, program UMI untuk membantu akses pembiayaan bagi UMKM dengan nilai pinjaman dibawah 10 juta. Untuk permudah itu, pengajuan UMI bisa dilakukan secara online.
"UMI ini menjadi promadona dan pengajuannya juga sudah bisa online," tambahnya.
Hal yang senada juga diungkapkan Pimpinan Cab PT. Pegadaian Pangkalpinang Rizky Putra Perdana, akses pembiayaan UMI mengalami peningkatan dan totalnya mencapai 1,2 Milyar. Dengan potensi dan kemudahan itu, maka diyakini jumlah UMKM yang mengakses akan mengalami peningkatan pada tahun 2021.
"Data tahun 2020 akhir, akses UMI mencapai 1,2 M. Potensi nasabah masih terbuka lebar dan akan meningkat lagi ditahun ini karena pelaku UMKM membutuhkan modal guna bisa terus produksi ditengah pandemi ini," ucap Rizky.
Pengajuan dana UMI cukup mudah dan sudah bisa online. Pelaku UMKM bisa menggunakan aplikasi PT Pegadaian dan melampirkan syarat seperti KTP, KK, Buku Nikah serta BPKB Kendaraan bermotor milik sendiri.
"Syaratnya mudah dan bisa ajukan secara online. Nanti setelah itu akan disurvei dan paling lambat 3 hari kerja bisa cair," pungkasnya.