Pangkalpinang - Pemerintah mendorong UKM untuk mampu melakukan ekspor. Untuk itu, pemerintah bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk ICSB Indonesia dalam membentuk dan membangun kekuatan UKM dengan orientasi ekspor.
 
Demikian diungkapkan Hj Elfiyena Kadis Koperasi dan UKM Prov Kep Bangka Belitung saat ditemui  diruang kerjanya, Senin (26/8).
 
Diungkapkannya, bahwa Kemenkop meminta kepada ICSB Indonesia fokus mengembangkan sektor ekspor. Hal ini, tentu untuk memdorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 
 
"Pak Menteri Koperasi, meminta ICSB untuk fokus kembangkan sektor ekspor. Hal ini disampai Pak Menteri pada saat Rakernas Khusus International Council for Small Business (ICSB) di Bali Jumat (23/8) lalu," ungkapnya.
 
Hj Elfiyena menambahkan  pe­merintah sudah memiliki pro­gram strategis pendorong UKM ekspor, yaitu Kemudahan Im­por Tujuan Ekspor (KITE). Da­lam program ini, produk UKM yang memiliki bahan baku impor dengan tujuan ekspor, akan dikenakan tarif 0 persen. 
 
“Bea masuk impor dikenakan 0 persen, begitu juga dengan tarif ekspor 0 persen. Semua, baik itu pelaku UMKM maupun ICSB harus manfaatkan program ini dan berfokus pada ekspor yang bisa menumbuhkan peningkatan investasi dan ekspor," tambahnya.
 
Selanjutnya, Kadis KUKM menuturkan bahwa pada rakernas tersebut, ICSB Indonesia juga memberikan ICSB Indonesia Presidential Award 2019 kepada 10 daerah (tujuh provinsi dan tiga kabupaten) yang berhasil mengembangkan ICSB di di wilayahnya. Ketujuh provinsi itu adalah Sumut, Bangka Belitung, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, dan Bali. Sedangkan tiga kabupaten adalah Karanganyar, Trenggalek, dan Purwakarta.
 
"Alhamdulillah, ICSB Babel mendapatkan ICSB Indonesia Presidential Award 2019. Ini penghargaan kepada ICSB Babel karena kepedulian bersama Pemprov dan Pemkab/Pemkot  untuk mengembangkan UMKM di Babel," tuturnya