Pangkalanbaru - Sebanyak 100 Pelaku UMKM mengikuti pelatihan Manajemen Keuangan Entrepreneurship, Akses Perbankan dan ecommerce di Hotel Soll Marina, Rabu (13/11/19).
Pelatihan ini diadakan oleh BRI dan dilaksanakan serentak di 100 kota dengan jumlah total 10.000 pelaku UMKM.
Kadis KUKM Prov Kep Bangka Belitung Hj Elfiyena mengatakan bahwa UMKM naik kelas merupakan program prioritas pemerintah. UMKM naik kelas dapat berdampak pada pengurangan pengangguran.
"Pemerintah serius membina UMKM dan terus mendorong agar naik kelas sehingga bisa berdampak pada penyerapan tenaga kerja," katanya saat memberikan arahan kepada peserta pelatihan di Hotel Soll Marina, Rabu (13/11/19).
Hj Elfiyena menambahkan agar UKM naik kelas maka pelaku UMKM harus memiliki perijinan IUMK. IUMK ini menjadi legalitas atau pengakuan atas usahanya.
"Pelaku UMKM harus memiliki IUMK sebagai legalitas usahanya. Pemerintah siap bantu perijinan IUMK dan pengurusan IUMK ini gratis dan mudah melalui OSS," tambahnya.
Legalitas usaha memberikan banyak manfaatnya. Dengan IUMK, pelaku UMKM dapat mengikuti pelatihan, mendapatkan pendampingan, diakui usahanya dan memperluas akses pasar serta akses pembiayaan.
"IUMK banyak manfaatnya. Pengakuan atas usaha, memperluas akses pembiayaan dan pengembangan akses pasar," katanya.
Selain perijinan usaha, pelaku UMKM juga harus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, kualitas packing serta memperluas akses pemasaran.
Dalam hal pengembangan akses pasar, menurutnya pemerintah terus berupaya mendorong UMKM memasarkan produknya melalui ecommerce seperti tokopedia, bukalapak, shopee dan lain-lain. Pemasaran dengan memanfaatkan ecommerce diyakini mampu meningkatkan penjualan sehingga berdampak pada meningkatannya pendapatan pelaku UMKM.
"Pelaku umkm harus berani berjualan di ecommerce. Siapin produk yang berkualitas, kemudian lakukan foto produk dengan baik dan pasarkan melalui ecommerce, maka penjualanpun akan meningkat," ujarnya.
Selain akan memperluas akses pasar, pemasaran secara online juga memiliki banyak keuntungan. Pemasaran secara online dapat diakses dimana saja dan kapan saja, serta biaya lebih murah.
"Mari pasarkan produk secara online melalui website, medsos, dan ecommerce agar produk semakin dikenal dan usahanya bisa maju serta naik kelas," pungkas Hj Elfiyena.
Pada kesempatan ini, pelaku UMKM juga dibantu untuk foto produk sehingga menjadi menarik. Produk yang sudah difoto ini nanti akan jadi foto produk untuk ditampilkan di e-commerce, seperti tokopedia.