Pangkalpinang - Dinas KUKM Babel bersama Dinas Terkait mengadakan rapat persiapan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) di ruang rapat tanjung pesona kantor Gubernur, Jumat (20/12).
Rapat ini dibuka oleh Assisten Ekonomi Pembangunan Setda Prov Kep Bangka Belitung, Yanuar dan dihadiri Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan Bangka Belitung dan perwakilan dinas terkait.
Assiten Ekonomi dan Pembangunan Yanuar, mengatakan bahwa rapat ini digelar untuk memaksimalkan penyerapan penyaluran dana KUR di Bangka Belitung. Karena di Babel penyerapan dana KUR masih terbilang rendah.
"Penyerapan KUR di Babel masih rendah, untuk itu kita harus memaksimalkan alokasi dana KUR yang ada agar dapat diserap para calon debitur dari berbagai sektor usaha yang ada di Babel," katanya.
Terkait rapat KUR ini, Yanuar berharap Babel memiliki koordinator agar KUR dapat berjalan maksimal dimasing-masing sektor.
"Jangan sampai jalan sendiri-sendiri, harus ada koordinatornya. Dengan begitu kita bisa konsentarasi dan penyaluran KUR dan UMI lebih baik lagi," harapnya.
Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan wilayah Kepulauan Bangka Belitung Alfiker Siringoringo menyatakan bahwa UMK menjadi sektor penting dalam menghadapi krisis. UMK terbukti memberikan kontribusi PDB sebesar 60 persen dan mampu menyerap tenaga kerja
"UMK terbukti tahan terhadap krisis karena terbukti kontribusinya sebesar 60 persen terhadap PDB dan mampu menyediakan lapangan kerja sebesar 97 persen," katanya.
umkm mayoritas jenis usaha.
Berdasarkan Sensus 2016-2017, UMK mendominasi jumlah usaha di Babel yakni sebesar 98,74 persen. Namun, tidak sampai 10 persen yang sudah mengaku menggunakan dana KUR.
Terkait penyerapan dana KUR di Babel yang masih rendah, menurut nya hal ini karena berbagai faktor seperti pelaku usaha kurang mendapatkan informasi tentang syarat untuk mendapatkan KUR. Selain itu, pelaku usaha tidak mempunyai anggunan untuk meminjam dana KUR.
Untuk itu, menurut Alfiker, pemda harus mempunyai peran dalam meningkatkan penyerapan dana KUR. Peran pemda seperti melakukan upload data calon penerima KUR yang potensial untuk dapat dibiayai KUR ke dalam SIKP. Selain itu, peran pemda juga harus melakukan identifikasi data calon penerima KUR yang diupload oleh penyalur KUR dan perusahaan jaminan ke dalam SIKP.
"Pemda berperan mengupload data calon penerima KUR, mengidentifikasi KUR serta mengalokasi anggaran APBD untuk keperluan pengembangan dan pendampingan usaha penerima KUR dimasing-masing wilayah," ujarnya.
Ia juga menambahkan sebenarnya calon penerima KUR tersebut tidak perlu memberikan anggunan. Karena sudah 70 persen ditanggung pemerintah melalui jamkrida. Sedangkan 30 persen ditanggung oleh kreditur.
"Hanya 30 persen yang ditanggung kreditur atau penyalur kredit. Sementara 70 persennya sudah dijamin oleh pemerintah melalui Jamkrida di masing-masing daerah," tambah.
Lebih jauh, Alfiker menjelasjan bahwa penyaluran KUR dilakukan melalui perbankan yang telah ditunjuk pemerintah. Di Babel, Bank yang ditujuk sebagai penyalur KUR yaitu Bank Sumsel Babel, BRI, BRI Syariah, Mandiri, BNI, BTN dan BCA. Sementara untuk UMI yakni Pegadaian dan PT PNM.
"Ada tujuh bank penyalur KUR dan dua penyalur untuk UMI. Dalam penyaluran UMI, skemanya dana bergulir dan harus ada pendampingan. Pendampingan dilakukan oleh penyalur UMI tersebut," jelasnya.
Pemerintah juga telah menurunkan bunga KUR. Bunga KUR yang berlaku saat ini sebesar 7 persen. Pemerintah juga memberikan subsidi suku bunga, untuk mikro sebesar 10,5 persen, sedangkan untuk kecil sebesar 5,5 persen.
"Limit pinjaman KUR itu untuk mikro 25 juta, kecil 500 juta. Bunga yang berlaku sebesar 7 persen," ujarnya.