Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk aktif menggunakan teknologi internet sebagai wadah promosi usaha secara online.
 
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Hasanuddin mengatakan,  marketing atau pemasaran suatu produk UMKM menjadi suatu tantangan tersendiri dizaman yang serba digital. Penggunaan teknologi informasi sebagai sarana promosi baru sangat penting bagi UMKM saat ini.
 
Sebab, lanjut Hasanuddin, saat ini penggunaan teknologi informasi untuk marketing secara online sudah menjadi suatu keharusan bagi pelaku UMKM.
 
"Pemprov ingin pelaku UMKM memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan marketing secara online dalam mempromosikan produk-produknya," ujar Hasanuddin di Aula BKPSDM Pangakpinang, Senin (7/5/18).
 
Pelatihan empat angakatan terakhir dari 19 angkatan pelatihan dengan dana DAK 2018 di Provinsi Kep Bangka Belitung dibuka secara langsung oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Hasanuddin dan dihadiri Hariyanto Asisten Deputi Pengembangan Peran serta Masyarakat Deputi Pengembangan SDM Kemenkop UKM serta Kadis KUKM Prov Babel.
 
Pelatihan manajemen desain kemasan produk dan pelatihan manajemen berbasis teknologi pemasaran ini diikuti sebanyak 120 orang peserta, dimana setiap angkatan terdiri dari 30 peserta. Peserta merupakan pelaku UMKM dari Kota Pangkalpinang, Kab Bangka, Kab Babar, dan Kab Basel. Selanjutnya mereka akan mendapatkan pelatihan selama 5 hari dari tanggal 7 s.d 11 Mei 2018.
 
Hasanuddin mengatakan, saat ini UMKM dari berbagai negara sudah lebih masif menggunakan teknologi infomasi sebagai sarana promosi produk. Mengingat itu, pemerintah juga terus menggalakan pelatihan marketing online untuk pelaku UMKM. Dengan demikian, UMKM Babel diharapkan tidak kalah berpromosi secara online guna menjaring konsumen.
 
"Sudah saatnya UMKM Babel aktif memanfaatkan internet serta menggunakan aplikasi e-commerce untuk mempromosikan produk-produk merek," jelasnya.
 
Ia menambahkan bahwa marketing itu tidak lah mudah. Mengingat perdagangan bebas, maka persaingan yang terjadi untuk merebut pasar juga sangat ketat. Pelaku UMKM tidak boleh hanya mengandalkan toko di ruko saja, namun juga harus mempromosikan produknya melalui toko online.
 
"Marketing online harus dikuasai oleh pelaku UMKM Babel. Dengan online, pelaku UMKM sudah bisa bersentuhan secara langsung dengan konsumen yang ada didaerah lainnya, " tambahnya.
 
Terkait pelatihan saat ini, Hasanuddin mengingatkan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi UMKM karena terkait pemasaran dan desain kemasan produk. Hal ini juga menunjukan perhatian besar Gubernur terhadap pelaku UMKM di Babel.
 
Pelatihan ini berguna bagi pelaku UMKM sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian Babel. Dengan pelatihan ini, ia mengharapkan para peserta yang dilatih hari ini nanti bisa melaksanakan tugasnya sebagai entrepreneur dengan baik. 
 
"Pelatihan ini mampu mendorong UMKM dalam menggerakan ekonomi kerakyatan sehingga UMKM mampu memberikan kontribusi besar bagi PDRB dan PAD daerah dapat meningkat," pungkasnya.