Pangkalpinang - Semangat untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Bangka Belitung terus tumbuh. Hal ini terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan (PKWU) yang digelar di Aston Emidary Bangka Hotel, Pangkalpinang, Kamis (23/10/25).
 
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian UMKM RI ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Kewirausahaan, Siti Azizah secara virtual, dan diikuti oleh puluhan peserta perwakilan dari Dinas KUKM Provinsi/Kabupaten/Kota, beberapa Perangkat Daerah dilingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, perwakilan Biro Organisasi Setda Provinsi/Kabupaten/Kota, dan perwakilan BKPSDMD Provinsi/Kabupaten/Kota.
 
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muslim El Hakim Kurniawan, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menegaskan pentingnya peran jabatan fungsional pengembang kewirausahaan sebagai garda depan dalam membangun ekosistem wirausaha di daerah.
 
“Hak untuk berusaha dan mendapatkan penghidupan yang layak adalah hak dasar setiap manusia, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Prinsip inilah yang menjadi dasar kami dalam memperjuangkan hak-hak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM,” ujar Muslim.
 
Hingga tahun 2024, jumlah UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mencapai 214.290 unit usaha yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Angka ini bukan hanya menunjukkan potensi besar ekonomi rakyat, tetapi juga tantangan bagi pemerintah untuk memastikan pendampingan yang tepat sasaran.
 
Melalui berbagai kebijakan dan inovasi, Dinas KUKM Babel terus berupaya memperkuat pondasi usaha rakyat, mulai dari aspek legalitas, pembiayaan, hingga pemasaran.
 
“Legalitas menjadi pintu masuk utama bagi UMKM untuk naik kelas. Karena itu, kami terus mendorong pelaku usaha agar memiliki NIB, sertifikat halal, HAKI, izin edar BPOM, hingga sertifikat laik hygiene dan sanitasi,” jelas Muslim.
 
Untuk memperluas pasar, berbagai langkah kreatif telah dilakukan, seperti membangun zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat), mengirimkan sampel produk ke Jepang, Malaysia, Turki, dan Singapura, serta berpartisipasi dalam ajang nasional seperti Trade Expo Indonesia, Ina Buyer, dan KUKM Fest 2025.
 
Selain itu, kegiatan seperti Babel Day, Babel Kriya Fest, dan pembuatan video promosi bilingual menjadi bagian dari strategi penguatan branding produk lokal agar semakin dikenal luas.
 
Dari sisi pembiayaan, program KUR Goes to Desa dan Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR (Gempur) menjadi jembatan bagi pelaku usaha mikro untuk memperoleh akses modal dengan mudah. Pemerintah juga memberikan UMKM Award sebagai bentuk apresiasi bagi pelaku usaha berprestasi.
 
Lebih jauh, Muslim menuturkan bahwa pendampingan menjadi ujung tombak dalam membentuk UMKM tangguh. Melalui PLUT Babel, pada tahun 2024 telah didampingi lebih dari 2.000 UMKM. Tahun depan, Inkubator “Ruko” (Rumah Kolaborasi) di PLUT Babel akan menaungi 25 tenant terpilih untuk naik kelas.
 
“Inkubator ini bukan sekadar tempat pembinaan, tapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas,” ujar Muslim.
 
Berbagai pelatihan seperti Design Thinking for Product Development, pelatihan produksi, digitalisasi usaha, hingga Junior Entrepreneurship Festival (JEF) Babel menjadi sarana bagi generasi muda untuk belajar dan berwirausaha sejak dini.
 
Muslim menekankan bahwa jabatan fungsional PKWU memiliki peran strategis dalam mengidentifikasi potensi, merancang program, hingga mengevaluasi pertumbuhan wirausaha. Namun, jumlah pejabat PKWU di Bangka Belitung saat ini masih terbatas, sementara kebutuhan terus meningkat.
 
“Kami memandang perlu penguatan kelembagaan PKWU agar perannya semakin optimal dalam mendukung kebijakan strategis kewirausahaan, baik di daerah maupun nasional,” ujarnya.
 
Di akhir sambutannya, Muslim mengajak seluruh pihak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal.
 
“Setiap rupiah yang kita belanjakan untuk produk lokal adalah investasi bagi ekonomi, budaya, dan masa depan bangsa,” tuturnya.
 
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian UMKM, Kemendagri, BKN, Biro Organisasi Setda Babel, serta seluruh panitia dan peserta yang telah mendukung kegiatan ini.
 
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal terbangunnya ekosistem kewirausahaan yang kuat, serta optimalnya peran pejabat fungsional pengembang kewirausahaan dalam mendukung UMKM Babel naik kelas,” pungkasnya.