Pangkalanbaru - Koperasi serba usaha telah menjadi elemen penting dalam struktur ekonomi masyarakat di berbagai belahan dunia. secara umum, koperasi serba usaha diakui sebagai sarana ekonomi yang dapat memperkuat posisi anggotanya di pasar, meningkatkan akses terhadap layanan finansial, dan mempromosikan inklusi keuangan.
"Di balik potensi positifnya koperasi serba usaha juga dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan keuangan. Manajemen keuangan yang efektif dan transparan adalah kunci keberhasilan jangka panjang bagi semua lembaga perkoperasian," katanya saat membuka pelatihan manajemen keuangan bagi koperasi serba usaha di Grand Vella Hotel, Selasa (05/03/24).
Pelatihan manajemen keuangan bagi koperasi serba usaha diikuti 30 pengurus koperasi serba usaha di Babel.
Dalam konteks ini, Ia menyebutkan bahwa pelatihan manajemen keuangan untuk koperasi serba usaha menjadi sangat relevan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan yang dapat diterapkan oleh koperasi secara praktis dalam operasionalnya sehari-hari.
"Pada pelatihan ini para peserta akan dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana menyusun anggaran, mengelola arus kas, menganalisis laporan keuangan, dan mengidentifikasi serta mengelola risiko keuangan," jelasnya.
Selain itu, pelatihan ini juga menawarkan pendekatan praktis melalui studi kasus, diskusi interaktif, dan simulasi situasi keuangan.
"Para peserta akan diajak untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan strategi yang relevan dengan konteks koperasi serba usaha," tambahnya.
Salah satu aspek yang perlu ditekankan dalam pelatihan ini adalah pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan koperasi. Menurutnya, keterbukaan terhadap anggota koperasi tentang kondisi keuangan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dan keterlibatan yang kuat dari seluruh anggota. Dengan demikian, manajemen keuangan yang baik tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga nilai-nilai etika dan integritas yang harus ditanamkan dalam budaya organisasi koperasi.
"Transparansi menjadi kunci membangun kepercayaan anggota dan harus ditanamkan dalam budaya organisasi koperasi," tekannya.
Selain itu, pengurus koperasi harus memahami tentang pentingnya pengelolaan risiko keuangan. Resiko keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas koperasi serba usaha, dan pengelolaannya dengan baik dapat membantu melindungi koperasi dari kemungkinan kerugian yang tidak diinginkan.
"Pengurus koperasi harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko potensial yang mungkin dihadapi oleh koperasi dan mengevaluasi dampak dan probabilitasnya, serta merancang strategi pengelolaan risiko yang sesuai. Sehingga dapat melindungi koperasi dari kemungkinan kerugian," ujarnya.
Tidak hanya ilmu teoritis tentang keuangan, para peserta yang merupakan pengurus koperasi ini diharapkan dapat memiliki wawasan tentang implementasi berkelanjutan dalam pengelolaan keuangan koperasi serba usaha, sebagai bagian dari komunitas lokal, memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.
"Selain itu juga mereka (peserta. red) juga mampu membangun jaringan dan komunitas antara peserta, kolaborasi dan pertukaran pengalaman antar anggota koperasi serta dapat saling mendukung dan memperkuat satu sama lain dalam perjalanannya menuju manajemen keuangan yang lebih baik," tambahnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Ia berharap akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan koperasi-koperasi serba usaha di wilayah Babel. Karena dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, koperasi-koperasi ini akan menjadi lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan secara finansial.
"Semoga melalui pelatihan ini, para pengurus koperasi serba usaha menjadi memiliki wawasan, pengetahuan dan keterampilan teknis dalam mengelola keuanhan koperasi sehingga mampu menjadikan koperasinya menjadi koperasi yang sehat, tanggunh, berdaya saing dan berkelanjutan secara finansial," pungkasnya.