Pangkalpinang - Pemerintah Provinsi Kep Bangka Belitung melalui program upgrading UMKM Babel dan Kolaborasa menggandeng perusahaan nasional, guna mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berkualitas dan berdaya saing di pasar global.
"Program kolaborasi dengan usaha nasional diharapkan dapat mempercepat akselerasi menuju UMKM naik kelas" kata Assisten II Setda Prov Kep Babel mewakili Pj Gubernur Kep Babel saat menghadiri FGD Upgrading UMKM Babel dan Kolaborasa di Hotel Cordela Pangkalpinang, Rabu (17/05/23).
Yanuar mengatakan bahwa Pemerintah Prov Kep Bangka Belitung terus beruapaya agar usaha mikro kecil naik kelas. Namanya daerah kecil kolamnya kecil persaingannya ketat sehingga harus bisa mempersiapkan diri untuk berjuang menuju UMKM naik kelas.
"Untuk itu, kita perlu mendorong UMKM Babel bisa menggarap pasar luar yang sangat besar. Hal ini bisa dilakukan dengan menekan biaya transportasi (pengiriman), meningkatkan produktivitas dan kualitas serta kontinuitas agar kita bisa bersaing dan naik kelas," ujarnya
Melihat tantang ini, Menurutnya perlu dilakukan kolaborasi bersama sehingga dibutuhkan pendekatan pengembangan UMKM yang komprehensif dari hulu ke hilir.
"Kita harus komitmen bersama melalui program kolaborasi upgrade UMKM di Babel guna mewujudkan UMKM Naik Kelas," katanya.
Ia mengharapkan dengan program kolaborasi itu selain bisa meningkatkan UMKM Babel juga akan membuka peluang lapangan kerja yang lebih luas.
"Untuk itu Babel sangat komitmen dan mendukung program-program seperti ini," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Provinsi Kep Bangka Belitung, mengatakan, pihaknya menginisiasi tujuh program, guna menaikkan kelas UMKM yang berkualitas dan berdaya saing di pasar nasional dan internasional.
"Tujuh program ini sebagai terobosan pemerintah provinsi untuk membangkitkan UMKM," katanya.
Ia mengatakan tujuh program dan terobosan itu antara lain “kolaborasa” (kolaborasi dengan usaha raksasa), “gempur UMKMk” (gerakan mahasiswa pedamping kur-UMKM) bersama Universitas Bangka Belitung, “kur goes to desa” nanti akan disinergikan bersama Kanwil DJPB dan lembaga penyalur KUR.
Selain itu akan dilaksanakan terobosan “zona khas” (kuliner halal, aman sehat), “UMKM on boarding bersama shopee”, pembukaan booth UMKM di bandara, UMKM bangkit, koperasi modern, jelang sevent (jemput pelanggan di special event), dan “katrol UMKM” (Kamis patroli UMKM).
"Program ini tentunya terintegrasi dari hulu ke hilir, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ini," katanya.
Terkait program kolaborasa, menurut Kadis, pihaknya akan berkolaborasi dengan dua perusahaan raksasa, yakni PT. Cipta Sehat Utama dan .PT. Aruna jaya Nuswantara. Dengan PT Cipta Sehat Utama, pemerintah menprogram mendorong pemanfaatan tanaman berjenis eucalyptus. Eucalyptus adalah salah satu jenis pohon yang daun dan minyaknya sejak lama dimanfaatkan untuk berantahgai tujuan. Pengolahan tanaman ini bisa menghasilkan minyak atsiri.
"Kita bangun kolaborasi dengan PT. Cipta Sehat Utama untuk pengembangan minyak Atsiri (minyak kayu putih, dll) dengan PT. Atsiri Lestari Bangka Belitung," jelasnya.
Selain itu juga kita bangun kolaborasi dengan PT. Aruna jaya Nuswantara untuk pengembangan Midi Plant di Desa Namang.
Sementara, dalam upaya memperluaskan akses pasar UMKM dan digitalisasi, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Shopee.
"UMKM masuk di Shopee dan mereka siap memfasiltasi. Lewat koloborasi dengan shopee, kita ingin menaikan jumlah omset penjualan dan menaik kelaskan UMKM. Kita gak bosen-bosen memberikan perhatian kepada UMKM agar semakin berkembang," katanya.
Guna merealisasikan tujuh program tersebut, tentunya dibutuhkan penguatan serta penyatuan komitmen bersama untuk berdiskusi menuju akselerasi umkm naik kelas di era digitalisasi ini.
"Melalui FGD Upgrading UMKM dan kolaborasa ini mari kita wujudkan akselerasi UMKM Babel naik kelas, dan terimakasih atas sumbangsih dan kerjasama semua pihak dalam membina UMKM Babel selama ini," pungkasnya.